Jejak Terkini

JPS Tahap III Lobar Diluncurkan

Beginilah suasana pembagian sembako JPS tahap III di Lombok Barat

GERUNG--Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Lombok Barat Tahap III. Peluncuran dilaksanakan di aula Kantor Desa Golong, Kecamatan Narmada, Sabtu (15/8).

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Lombok Barat ini menyebut ada dua cara mencegah corona. Cara pertama yaitu selalu berdoa memohon kepada Allah Swt agar dijauhkan dari virus corona (Covid-19).

"Namun cara ini saja tidak cukup," ujar bupati.

Karena itu, sambungnya, perlu cara kedua yaitu dengan menaati protokol pencegahan Covid-19. Cara pertama dan kedua merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Protokol kesehatan seperti memakai masker, jelasnta, untuk keselamatan diri sendiri bukan orang lain. Karena itu, penggunaan masker dan menaati protokol kesehatan harus dilaksanakan berkesinambungan.

"Jangan menunggu kena dulu baru disiplin memakai masker," serunya.

Saat ini, kata bupati, semua wajib memakai masker. Masker yang dipakai tidak perlu yang sekali pakai, cukup masker kain yang bisa dicuci.

Ajaran menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, sebut bupati, merupakan perintah agama. Terlebih bukan hal sulit untuk membiasakan protokol kesehatan selama ada kemauan.

Hal lain disampaikan yaitu Provinsi NTB saat ini memberlakukan denda Rp 500 ribu bagi orang yang tidak memakai masker. Aturan ini bukan untuk memeras masyarakat, tapi untuk mendisiplinkan.

Pemerintah disebutnya juga sedih jika masyarakatnya kena denda. Karena denda menunjukkan banyak yang melanggar protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Lalu Martajaya menyebut JPS diniatkan untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena corona.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Lombok Barat, ada 124.192 jiwa. Mereka terdiri dari 42.201 program keluarga harapan (PKH), program sembako 73.273 jiwa, JPS NTB Gemilang 10.800 jiwa, Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial 31.205 jiwa, perluasan sembako pandemi Covid-19 9695 jiwa, JPS Covid-19 Lombok Barat 38.904, dan Bantuan Langsung Tunai dana Desa (BLT-DD) 29.419 jiwa.

Untuk JPS lombok Barat ini, termasuk di Desa Golong, kata Martajaya, sebelum penyaluran sudah diperiksa kualitas sembakonya.

"Kita berharap akhir bulan ini (Agustus), penyaluran tahap III ini bisa selesai," harapnya.

Selain di Desa Golong, katanya, penyaluran juga dilakukan di Desa Labuan Tereng, Kec. Lembar oleh Wakil Bupati Hj Sumiatun. Juga di wilayah lain seperti Senggigi dan Gunungsari.

Untuk Desa Golong, sekitar 400 orang mendapat bantuan JPS Covid-19 Lombok Barat dalam bentuk sembako senilai Rp 250 ribu. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar