Jejak Terkini

Kesadaran Masih Jadi Kendala Penanganan Corona di Lobar dan Mataram

APEL BERSAMA: Pemprov NTB menggelar apel bersama dengan Polda NTB dan Korem 162 Wira Bhakti di lapangan Kantor Gerbernur NTB.
MATARAM--Belum beranjaknya Kota Mataram dan Lombok Barat sebagai daerah terdampak virus corona paling parah membuat Pemprov NTB memberi atensi lebih. Dua daerah ini harus beranjak keluar dari zona merah.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, kendala penyebab masih massifnya penyebaran coron di Lombok Barat dan Kota Mataram karena minimnya fasilitas kesehatan. Kondisi ini diperparah dengan minimny kesadaran masyarakat.

"Inilah yang sedang kita hadapi dalam penanganan kasus corona ini," ujarnya saat apel gabungan bersama TNI, Polri dan jajaran Pemkab Lobar dan Mataram, Selasa (14/7).

Masalah kesadaran ini terutama meliputi kurang awasnya masyarakat terhadap diri sendiri. Tak heran jika di dua daerah ini angka korban terpapar masih cukup banyak.

Melalui apel gabungan yang diselenggarakan itu, jelasnya, sebagai bentuk keseriusan pihaknya memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Lewat apel gabungan ini juga diharapkan koordinasi yang lebih intensif dari pihak-pihak terkait.

Doktor Zulkieflimansyah selaku pimpinan apel dalam kesempatan itu menjelaskan, di Mataram dan Lombok Barat, virus corona terus menemukan bentuk yang lain dalam penularannya. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Selain itu, keterbatasan alat medis dan fasilitas serta kesadaran masyarakat yang kurang membuat penyebaran wabah menjadi kian menghawatirkan.

Gubernur NTB juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kapolda NTB dengan kegiatan Kampung Sehat. Begitu juga dengan kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Danrem. Lewat program yang dilakukan itu diharap bisa menekan laju penyebaran virus tersebut

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal mengajak masyarakat NTB bergotong royong meningkatkan keseriusan menekan penyebaran virus corona. Ajakan ini lebih-lebih ditujukan kepada warga Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Semangat terus, kita gotong royong bahu membahu untuk meningkatkan, memacu partisipasi masyarakat dan kita harus tak kenal lelah memutus mata rantai, mengajak masyarakat semua,” serunya.

Senada, Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani juga mengajak seluruh stakeholder mengerahkan dan memberdayakan kemampuan masing-masing. Ini penting dilakukan hingga sampai angka penyebaran virus corona menurun.

“Apabila kita bersinergi, kompak dalam melaksanakan tugas, Insyaallah Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk membebaskan NTB maupun Kota Mataram dan Lombok Barat,”  ujarnya.

Usai gelar apel, Gubernur NTB,  Wakil Gubernur NTB, Danrem 162/WB, Kapolda NTB mengecek pasukan. Usai itu,  kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan penandatanganan hadiah satu unit sepeda motor yang nantinya akan jadi hadiah untuk lomba kampung sehat. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar