Jejak Terkini

Dengan Teknologi, NTB Maksimalkan Pelayanan Publik

RAPAT PROGRAM: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memimpin rapat update program unggulan.
MATARAM--Pemprov NTB terus berikhtiar mengimplementasikan "e-government" dalam menjalankan program unggulan dan pembangunan di NTB. Berbagai aplikasi berbasis Android dan IOS untuk mempercepat pelayanan publik diluncurkan dan terus dikembangkan.

"Harapannya agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai pelosok daerah hanya dalam satu genggaman," ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, saat memimpin rapat update program unggulan, Rabu (29/7).

Pihaknya sadar, tidak mungkin Pemprov NTB bisa menjangkau seluruh masyarakat satu per satu di berbagai pelosok daerah. Tapi dengan teknologi diyakini hal ini bisa dilaksanakan.

Aplikasi yang terus dikembangkan tersebut di antaranya Sistem Informasi Posyandu (SIP). Aplikasi ini diampu oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) NTB.

Aplikasi lain yakni aplikasi Siaga. Aplikasi ini sendiri diampu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

Kedua aplikasi tersebut terus dikembangkan oleh Dinas Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB. Dinas ini disebutnya menyiapkan sistem agar semua orang bisa mengikutinya.

Dalam rapat tersebut, beberapa masukan diberikan Wagub terkait pengembangan kedua aplikasi tersebut. Di antaranya, pembuatan tutorial pengisian SIP yang diperuntukan bagi para kader di seluruh Posyandu yang ada di NTB.

Aplikasi SIP sendiri merupakan aplikasi berbasis android yang tidak hanya untuk pelaporan saja. Namun, didalamnya terdapat 4  model data dan informasi tentang program kegiatan posyandu.

Di antaranya yakni, Posyandu KIA, mencakup: Bina keluarga balita (BKB), kelas stunting, kelas ibu hamil dan lain-lain. Kedua, Posbindu yaitu mencakup zero waste, kebencanaan dan deteksi dini.

Berikutnya yang ketiga yakni, Posyandu lansia mencakup pelayanan kesehatan dan deteksi dini. Lalu ada Posyandu Remaja mencakup PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan), bahaya narkoba dan berbagai permasalahan remaja lainnya.

"Aplikasi SIP kita akan launching secara resmi pada HUT NTB mendatang. Namun aplikasi tersebut harus sudah digunakan oleh seluruh kabupaten dan kota se-NTB sebelum secara resmi diluncurkan," pintanya.

Sementara itu, aplikasi Siaga merupakan aplikasi yang bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana. Aplikasi Siaga NTB ini juga merupakan sumber resmi penyampaian kejadian bencana yang ada di wilayah Provinsi NTB.

Kini aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai nomor penting yang bisa dihubungi langsung oleh masyarakat ketika bencana terjadi. Dengan demikian, masyarakat NTB bisa melaporkan dan mengetahui bencana yang terjadi secara up to date.

Aplikasi yang telah dilaunching pada awal tahun 2019 yang lalu ini fiturnya terus dikembangkan. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah mengakses dan menerima manfaatnya.

Pada rapat tersebut, turut hadir para Asisten Setda NTB, Kadis Diskominfotik, Kadis LHK, dan para perwakilan dinas terkait program unggulan yang dipaparkan. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar