728x90

ad

Melebur Diri Dalam Sensasi Senja Tanjung Bias

NIKMATI SENJA: Sejumlah muda-mudi menikmati sensasi senja di Pantai Tanjung Bias. (Foto Google/Netizen).
GERUNG--Menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga di rumah ada banyak pilihan. Tempat-tempat piknik penghilang penat sepertinya menjadi pilihan terdepan.

Bagi penyuka panorama pantai, Tanjung Bias adalah salah satu pilihan yang cukup direkomendasikan. Pantai yang berada di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar, Lombok Barat ini biasanya ramai dikunjungi saban sore hari.

Puncak keramaian di pantai ini biasanya pada akhir pekan. Jika tidak, keramaian juga biasa ditemukan pada hari libur kerja dan sekolah.

Pengunjung biasanya memilih datang ke pantai ini pada sore hari. Saat itu cuaca tidak terlalu panas dan mulai lebih bersahabat dengan kulit pengunjung.

Berbeda ketika pagi atau siang hari, kunjungan jauh lebih sepi. Kemungkinan penyebabnya karena pengunjung hendak menghindari sengatan sinar matahari yang sedang berjelaga.

Untuk bisa sampai ke lokasi wisata ini, pengunjung cukup mudah menemukannya melalui panduan Google Map. Atau jika tidak, pengunjung bisa bertanya kepada warga sekitar setelah sebelumnya melalui Jalan Raya Meninting menuju Pantai Senggigi.

Di Meninting setelah tiba di Gapura Senteluk, sekitar 50 meter dari tempat itu, pengunjung bisa langsung masuk ke arah kiri menuju pantai. Jalur masuknya masih belum dilengkapi hotmix, masih menggunakan jalan tanah.

Setelah masuk akses jalan itu, pengunjung terlebih dulu melewati pintu penjagaan. Di sini pengunjung diharuskan membayar tiket masuk lantaran kawasan itu dikelola oleh pihak desa setempat.

Apa yang istimewa dari Tanjung Bias? Pantai berpermukaan datar dengan bibir yang cukup luas ini sangat representatif menghabiskan liburan. Ombak pantai yang relatif tidak deras dan besar, aman pula bagi pengunjung yang hendak bermain di laut bersama anak-anak.

Belum lagi di sepanjang pantai itu berjejer warung-warung kuliner yang menjamin perut kenyang saat lapar. Harga yang ditawarkan pun relatif murah dan bersahabat bagi kantong semua kalangan.

"Harga yang kami tawarkan Insyaallah bersahabat. Tidak mahal. Kalau mahal, nanti pengunjung tidak mau belanja," kata Zainuddin, pemilik Warung Taliwang Senja di pantai itu.

Kelebihan lain yang bisa ditemui di pantai ini yakni bisa menghibur diri dengan menunggang kuda yang disewakan penduduk setempat. Untuk bisa menikmati sensasi berkuda, pengunjung cukup merogoh isi kantong sekitar Rp 25 ribu per orang.

Yang paling sensasional dari tempat ini adalah menikmati senja. Saat matahari hendak tenggelam di ufuk barat, momen inilah yang paling ditunggu-tunggu pengunjung. Tidak sedikit dari mereka berswafoto atau foto bersama keluarga mengabadikan momen itu.

Dengan siluet latar Gunung Agung di Bali, foto-foto yang diabadikan akan terlihat lebih istimewa. Biasanya, latar gunung di Pulau Dewata itu akan terlihat saat cuaca sedang cerah.

Terhadap pengelolaan dan penataan wisata Tanjung Bias, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ahkam Mahfudz mengatakan, sejatinya tahun ini akses jalan masuk ke lokasi sudah diperbaiki. Namun karena pendemi virus corona mengharuskan adanya refocusing anggaran.

"Jadi Dinas PU tidak bisa mengerjakannya. Anggaran kita tersedot untuk penanganan wabah ini," ujarnya.

Akses masuk ke obyek wisata Tanjung Bias sendiri bisa dilalui melalui dua pintu. Di Utara melalui Desa Senteluk, sementara di Selatan melalui Desa Meninting. Dari dua akses pintu masuk itu, terangnya, obyek wisata itu dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat bersama Karang Taruna.

Andai pandemi berlalu, Ahkam berharap secepatnya bisa mengintervensi penataan kawasan tersebut agar lebih indah dan nyaman bagi pengunjung. Bentuk intervensi yang akan dilakukan yakni dengan membangunkan jalan menuju lokasi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar