728x90

ad

Dewi Selendang, Mitos Air Terjun Pengawal Dewi Anjani

MEMUKAU: Pemandangan Air Terjun Dewi Selendang sanggup memukau semua mata pengunjung.

SELONG--Kemasyhuran legenda Dewi Anjani sebagai penunggu Gunung Rinjani sudah tak asing di telinga masyarakat Lombok. Paras cantik dan kedigdayaannya memimpin dunia alam gaib tak tertandingi oleh bangsanya.

Sebagai putri Dewi Anjani dikelilingi para pengawal cantik pula. Konon, salah satu dari pengawalnya bernama Dewi Selendang.

Dalam tradisi folklore (cerita rakyat) masyarakat di desa sekitar kaki Gunung Rinjani, Dewi Selendang dipersonifikasi sebagai putri cantik berselendang hijau. Folklore ini bisa ditemui seperti di Desa Sajang, Biloq Petung dan Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

Kecantikan pengawal Dewi Anjani ini konon membuat iri para pengawalnya yang lain. Tak heran jika Dewi Anjani memberikan perhatian lebih terhadap Dewi Selendang.

Pada bagian lain, paras cantik Dewi Selendang justru menjadi bumerang. Tak jarang ia sering dijauhi oleh sesama pengawalnya.

Dewi Selendang yang menyadari hal itu, kerap kali menjauhkan diri dari teman-temannya. Salah satu tempat yang kerap dijadikan tujuan menyendiri adalah salah satu air terjun di aliran Sungai Kokok Puteq.

"Kadang saat Dewi Selendang akan muncul disertai dengan wewangian. Aroma harum di sekitar tempat munculnya akan tercium jelas di hidung," ungkap salah seorang pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombok Timur, Asri, belum lama ini.

Karena sering muncul di obyek yang sama, air terjun yang kini berada di Desa Biloq Petung itu diambil dari nama dewi tersebut. Air terjun itu dinamakan Dewi Selendang.

Air terjun Dewi Selendang merupakan satu dari beberapa air terjun di aliran sungai Kokok Puteq. Air terjun setinggi kurang lebih 3 meter ini berada tak jauh dari Air Terjun Tumpasan Pedang.

Ditahbiskan ya nama air terjun itu dengan sebutan Dewi Selendang oleh warga setempat bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya yakni melihat permukaan aliran air terjun itu yang meliuk-liuk. Liukan itulah yang disinyalir menyerupai selendang.

"Di ujung liukan itulah ada batu yang terbelah menjadi aliran tumpahan air terjun ini" ucapnya.

Asri mengatakan, ia menemukan air terjun itu pada 2010 lalu. Saat itu, ia sedang menyusuri aliran sungai Kokok Puteq. Tak disangka, air terjun itu belakangan diketahui bernama menjadi incaran para traveller.

Kehadiran para penikmat obyek wisata di tempat ini bisa dimaklumi. Selain karena spotnya yang indah, juga karena di bawah air terjun itu terdapat kolam dengan kedalaman pundak orang dewasa. Di tempat ini tidak saja cocok untuk berendam, tapi juga berkemah.

Eksotisme air terjun ini terutama dari pola landscape yang dihadirkan. Di sekelilingnya diapit oleh bebatuan kokoh yang tersusun secara acak. Pemandangan inilah yang menjadi magis luar biasa air terjun tersebut.

Bagaimana cara mengakses air terjun ini? Tenang, air terjun ini bisa diakses melalui dua jalur, Lombok Utara dan Lombok Timur.

Letak air terjun ini berada di perbatasan dua daerah administratif tersebut. Masuk ke air terjun, bisa melalui jembatan Kokoq Putek.

"Untuk bisa sampai ke air terjun tersebut harus dengan perjalanan sekitar 1 sampai 2 jam," sambungnya.

Jangan senang dulu. Akses menuju air terjun ini lumayan sulit lantaran harus menyusuri tebing-tebing bebatuan sungai Kokok Puteq.

Namun, bagi para penggila travelling, medan menuju sungai ini justru menjadi tantangan yang harus ditaklukan.

Tentu selama perjalanan menuju lokasi, adrenalin pengunjung berbalas setimpal dengan pemandangan yang tersaji. Ada banyak spot menakjubkan yang bisa menjadi tempat mengabadikan momen dalam gambar foto.

Tentang keindahan Dewi Selendang ini tidak saja terucap dari Asri. Salah seorang pengunjung bernama Abdul Wahid Ramdhan juga menyampaikan ketakjubannya.

Baginya, Dewi Selendang tidak saja indah di pagi dan siang hari. Keindahan nuuga tersaji saat malam hari di tempat ini.

"Karena letaknya terbuka di jalur sungai. Ini yang membuat suasana semakin asyik," bebernya. (jl)

Posting Komentar

1 Komentar