728x90

ad

Anak NTB Terbanyak Kedua di Indonesia Terpapar, NU NTB Ajak Lawan Corona

Prof. Dr. H. Masnun Thahir

MATARAM--Angka pasien korban terpapar virus corona di NTB terus menunjukan penanjakan grafik. Untuk anak saja, NTB tercatat sebagai yang terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Timur.

"Per 8 Juni saja sudah 830 orang yang terpapar di NTB. Untuk anak, kita yang kedua di Indonesia mencapai 101 korban," ucap Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama NTB, Prof Dr Masnun Thahir MAg, Selasa (9/6).

Maraknya anak dan warga NTB yang terpapar virus asal Tiongkok ini disebutnya sudah menjadi atensi nasional. Persoalan ini dianggap cukup serius dan tidak boleh disepelekan.

Andai tidak mendapat perhatian serius, jelasnya, bukan tidak mungkin korban anak akan terus berjatuhan. Karena itu dibutuhkan sinergi semua pihak melawan persebaran virus ini.

Sebagai warga NTB yang masih diberikan kesehatan, lanjutnya, tidak boleh abai dengan masalah tersebut. Mengingat dalam memutus mata rantai virus ini dibutuhkan kemampuan super tim, bukan superman.

Tim yang super, bebernya, harus solid dan tangguh. Tim juga harus lebih mengutamakan kekompakan dan kerjasama.

Lontaran ini disampaikan Masnun kala membuka kegiatan psikososial online. Kegiatan tersebut dilaksnakan Satgas NU NTB Peduli Covid-19 sehari sebelumnya.

Kegiatan psikososial online dianggap sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama dari NU dalam melawan virus tersebut. 

"Sangat penting menjaga anak-anak supaya memiliki daya tahan dan tetap sehat dalam menghadapi virus Corona," tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Satgas NU NTB Peduli Covid-19, Muhammad Jayadi menjelaskan, kegiatan psikososial online dilaksanakan di lima lokasi terpisah. Lokasi tersebut yakni di Pondok Pesantren Nahdatus Saufiyah Wanasaba Lombok Timur,  Kelurahan Bertais, Kelurahan Pejanggik, Kelurahan Jepong Baru dan di Asrama Transito Kota Mataram. 

"Kegiatan psikososial bertujuan untuk memetakan dampak pandemi virus corona terhadap anak-anak. Ini juga untuk memperkuat daya tahan mereka dalam menghadapi virus itu," ujarnya.

Katanya, psikososial online akan dilaksanakan selama 4 kali pertemuan selama satu minggu. Pihaknya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar tanpa kendala serius.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi NTB Hj. Putu Sely Andayani. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar