Iklan

terkini

IAIH Pancor Wujudkan Kampus Berdampak

Jejak Lombok
Saturday, October 3, 2026, Saturday, October 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T12:18:37Z


jejaklombok.com -- Memulai Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi Rencana Program yang telah ditetapkan.


Bersama bidang Pengajaran dan Penelitian, kali ini bidang Pengabdian kepada Masyarakat juga menjadi perhatian lembaga.


Program itu merupakan implementasi konkret dari konsep "Kampus Berdampak" yang akhir-akhir ini menjadi arah kebijakan Pendidikan nasional sebagai langkah lanjutan dari Program "Kampus Merdeka".


Konsep "Kampus Berdampak" merupakan suatu inisiatif dan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, seperti kelulusan dan rangking, tetapi juga aktif menjadi agen perubahan nyata bagi masyarakat, ekonomi dan lingkungan.


Dalam kaitan ini, Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor telah menyelenggarakan workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Literasi sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat dengan tema: Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi.


Workshop ini merupakan kerjasama IAI Hamzanwadi Pancor dengan Kelompok Kerja Guru dan Pengawas dari Kementerian Agama kabupaten Lombok Timur Lombok Timur.


Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 28 September s.d. 1 Oktober 2026 ini merupakan respons terhadap kebutuhan madrasah dalam upaya peningkatan kompetensi guru madrasah.


Dengan pendekatan workshop andragogi dan model pembelajaran partisipatif dan pendampingan Tim KBC IAI Hamzanwadi mampu membangkitkan semangat dan merangsang minat para peserta untuk memahami, mempraktikkan, dan menjiwai (immerse oneself) nilai-nilai cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.


Kegiatan ini melibatkan 12 Madrasah Ibtidaiyah di lingkungan KKG kecamatan Montong Gading, Lombok Timur dengan total 48 orang guru sebagai peserta.


Dari pantauan kami selama kegiatan berlangsung para peserta sangat antusias dan aktif dalam mengikuti sesi workshop KBC.


Menurut salah satu narasumber pada workshop ini , Dewi Rohiani, M.Pd. "KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna.


Dalam penjabarannya, KBC mengeksplorasi 5 core values, yaitu Nilai Spiritual (Cinta Allah dan Rasul), Nilai Intelektual (Cinta Ilmu), Nilai Personal (Cinta Diri), Nilai Sosial (Cinta Sesama) , Nilai Ekologis (Cinta Lingkungan), Nilai kebangsaan (Cinta Tanah Air).


Kelima nilai inti merupakan penjabaran dari prinsip dasar ajaran Islam, yaitu ajaran rahmatan lil ‘alamin (rahmah/mahabbah) yang harus menjadi kerangka dasar proses pembelajaran di lembaga Pendidikan Islam.


Ketua KKG MI Kecamatan Motong Gading, Muhajjirin, S.Pd. I menyampaikan ucapan terima kasih kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah yang telah membagi pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.


"Ini akan menjadi panduan kami di lembaga kami masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik dengan nilai cinta dan kasih saying sesuai dengan inti ajaran Islam".


Kegiatan workshop 4 hari ini merupakan tahap kedua dari empat tahapan pelaksanaan KBC, yaitu masing-masing Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut (I), dan Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut (II)


Terkait kegiatan ini, WR III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menekankan pentingnya kemitraan IAIH Pancor dengan madrasah dan lembaga lainnya.


Ia berharap melalui kegiatan ini IAI Hamzanwadi Pancor mampu menjadi Kampus Berdampak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah.


Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Idawati, M. Pd. , yang menjadi penanggung jawab TIM KBC IAI Hamzanwadi Pancor mengungkapkan bahwa kegiatan workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini merupakan langkah strategis dalam upaya terus mengaktualisasikan kebijakan "Kampus Berdampak" yang menghubungkan (link and match) dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan.


Setelah kegiatan workshop ini akan ada follow up kegiatan sesuai dengan tahapan kegiatan yang dirancang dalam Kurikulum Berbasis Cinta.(jl) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • IAIH Pancor Wujudkan Kampus Berdampak

Terkini

Iklan