jejaklombok.com -- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Timur menggelar Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan triwulan II tahun 2026.
Rapat Pleno tersebut di gelar di ruang media center KPU Lombok Timur, pada kamis (2/7).
Gelaran tersebut dihadiri oleh Bawaslu Lombok Timur, Polres Lombok Timur, Dandim 1615 Lombok Timur, Disnaker, DPMD, dan beberapa instansi terkait.
Pada kesempatan itu, Ketua KPU Lotim, Ada Suci Makbullah menyampaikan, bahwa Pleno Terbuka adalah amanat PKPU yang sudah termaktub dalam PKPU 1 Tahun 2025, selain itu, data yang di Pleno kan bersumber dari Data Hasil Sinkronisasi lintas kementerian di KPU RI, lalu turun ke kami.
"Pleno DPTB TW II ini adalah amanat PKPU 1 tahun 2025, pun halnya data yang kita pleno kan hari ini adalah data hasil sinkronisasi, yang kami terima dari KPU RI" terangnya.
Ia juga berharap di pleno nanti, peserta pleno bisa memberikan kritik, saran, atau masukan untuk KPU, agar data tetap berkualitas, mutakhir dan akurat.
"Harapan kami, di momen ini, peserta memberikan pandangannya baik saran, kritik, atau masukan yang produktif, untuk kualitas data pemilih kita ke depan". imbuhnya
Selanjutnya, pleno rekapitulasi di pandu oleh Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Lombok Timur, Suriadi dalam paparannya menyampaikan bahwa, data yang di terima pada triwulan kedua ini sebanyak 55.721
"Data hasil Sinkronisasi yang kami terima pada triwulan kedua ini sebanyak 55.721, dengan rincian sebagai berikut, TMS sebanyak 10.746, Pindah keluar sebanyak 6289, pindah masuk sebanyak 6373, potensial baru sebanyak 23.623, tidak padan sebanyak 647, ubah tanggal sebanyak 949, ubah nama sebanyak 665, ubah status kawin sebanyak 6409, pemilih aktif sebanyak 20, sehingga totalnya 55721." bebernya.
Suriadi juga menjelaskan, bahwa pleno rekap DTPB di tingkat kabupaten di laksanakan per 3 bulan, sementara tingkat provinsi, per semester atau per 6 bulan, dan adapun hasilnya yang di pleno kan saat ini sebanyak 1.045.187.
"Pleno kita di kabupaten itu per 3 bulan, sementara di provinsi per enam bulan, nah hasil pleno saat ini sebanyak 1.045.187 pemilih, akan kita pleno kan lagi di tingkat provinsi nanti" tandasnya.
Data yang turun, yang jumlahnya 55.721, itu kita coklit ke lapangan, di lakukan verifikasi ke yang bersangkutan, dan hasilnya pun beragam, hasil inilah yang kami sharing kan dan bahas bersama OPD terkait untuk mencarikan solusi.
"Data yang turun itu kan kami Coktas/Coklit Terbatas, hasilnya beragam, dan hasil coktas itulah yang kami sampaikan ke peserta Pleno, untuk kita sama-sama mencari jalan keluar atas persoalan administrasi tersebut" tutupnya.(jl)


