jejaklombok.com -- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM) Cabang Lombok Timur secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait pergantian kepemimpinan di Kepolisian Resor Lombok Timur.
Jabatan Kapolres yang kini resmi diemban oleh AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., menggantikan pejabat sebelumnya, menjadi momentum besar .
Karena itu, IMM menegaskan bahwa kehadiran pemimpin baru harus membawa perubahan paradigma kepolisian di Gumi Selaparang ,jelas Ketua Umum IMM Lombok Timur "Ar Yandis" pada rabu (14/7)
IMM menyampaikan catatan kritis bahwa Polres Lombok Timur tidak boleh menjadi institusi yang eksklusif ,artinya Intitusi Kepolisian ini Harus tetap bermasyarakat.
IMM menilai selama ini Kapolres Lotim sangat eksklusif dan kerap jaga jarak dengan berbagai elemen.
Selanjutnya, IMM juga Berharap agar Kapolres yang baru mampu melahirkan kebijakan penegakan hukum yang jauh lebih transparan, akuntabel, serta mengedepankan pendekatan humanis yang menyentuh langsung akar rumput.
"Maka dari itu IMM Berikan beberaa catatan untuk Kapolres Lombok Timur yang Baru," ucapnya
Catatan tersebut taitu membuka Ruang Komunikasi Publik, Menyediakan kanal aduan yang responsif, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Lombok Timur tanpa birokrasi yang rumit.
Yang kedua tuntaskan Kasus Mangkrak, Segera selesaikan tunggakan kasus hukum, korupsi, dan kriminalitas yang belum tuntas.
Ketiga menjaga Netralitas Aparat, Menjamin institusi Polri bebas dari intervensi politik praktis demi menjaga stabilitas daerah.
Mengevaluasi Pelayanan Publik, Memperbaiki responsivitas dan transparansi penanganan laporan masyarakat di tingkat Polres hingga Polsek.
"Catatan itu bagian dari Evaluasi publik terhadap Polres Lombok Timur ,Sehingga kedepan Institusi Polri dan Masyarakat Sipil bisa menyatu menjadi satu kekuatan untuk menjaga Stabilitas Daerah," Tutup Yandis.(-)


