![]() |
| Ilustrasi |
jejaklombok.com -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Lombok Timur sabet penilaian baik dari Tim Penilai Mandiri (TPM).
"Jadi indikator-indikator yang dinilai sampai sengan pekerjaan kita per juni ikut dinilai, indikator PPB kita cukup signifikan," ungkap PLT Kepala Dinas PTSP Lotim, Sosiawan Putraji di ruang kerjanya, kamis (25/6).
Dia menjelaskan, Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) tahun ini meningkat dari 60 persen menjadi 84 persen.
Tidak hanya itu, pelayanan PTSP juga meningkat dari 82 persen menjadi 87 persen.
Kondisi itu, terang Sosiawan menunjukan trend positif terhadap penilaian PTSP Lombok Timur.
"Disini kita kedepankan pelayanan dengan senyum, ramah, aman dan transparan," ucapnya.
Meski demikian, Sosiawan mengaku masih banyak tugas dan fungsi yang harus dijalankan berkaitan dengan pelayanan.
Dia menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi apapun yang berkaitan dengan perijinan usaha. Termasuk melakukan advokasi hingga pendampingan.
"Walaupun ada sektor - sektor yang bukan kewenangan, kita siap koordinasikan dengan provinsi," ucapnya.
"Tujuannya untuk mendorong investasi kita semakin baik dan terus mengalami peningkatan," imbuhnya.
Dia menyebut, investasi pada bidang kesehatan di Kecamatan Sembalun yang diusung oleh Bupati Haerul Warisin membawa dampak positif. Terlebih bersinergi dengan pemerintah dalam hal itu dinas kesehatan, rujukan pasien dan lainnya.
Menurutnya, hal itu merupakan salah satu terobosan pemerintah SMART untuk membuka ruang investasi dengan tetap mengedepankan aturan secara yuridis, legal formal dan lainnya.
Hal itu diyakini menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi penilaian terhadap kinerja PTSP Lombok Timur menjadi baik.
"Kita diminta untuk terus meningkatkan pengawasan, pengendalian dan inovasi dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat," bebernya.
"Tentunya itu selaras dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM RI juga dia memiliki target investasi untuk Kabupaten Lombok Timur senilai Rp 1,25 triliun, tahun lalu bisa di capai 30 hingga 46 persen, mudah mudahan ada peningkatan di tahun 2026 ini," pungkasnya.(jl)


