jejaklombok.com -- Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi menghimbau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) waspada terhadap penyebaran virus campak.
Hal itu diungkapkan kepada awak media di kantor Dikes Lotim pada jum'at (13/3).
Meski belum ditemukan kasus serangan virus tersebut, pihaknya bakal melakukan pertemuan dengan Puskesmas untuk membahas penanganan dan pencegahan virus campak.
"Meski belum ditemukan kasus, kita harus tetap waspada," tegasnya.
Untuk memaksimalkan langkah pencegahan tersebut, Dinas Kesehatan terus menggalakkan imunisasi dasar sebagai langkah preventif.
Dia membeberkan, target imunisasi bayi sebanyak 20.065 pada tahun 2025 dengantarget surviving infant 25.387, Baduta 25.306 dan ibu hamil 28.000.
Selain itu, dipastikan ketersediaan vaksin di setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) tercukupi. Bersamaan dengan itu, pihaknya terus memberikanedukasi kepada para orang tua agar anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap.
Senada, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dinas Kesehatan Lotim, Syahid Romdlan menyampaikan belum adanya masyarakat yang terjangkit virus campak.
Meski begitu, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan diseluruh wilayah lingkup Lotim.
selanjutnya, Romdlan menjelaskan gejala yang paling sering muncul pada kasus campak yaitu ruam atau bercak merah pada kulit, demam, batuk, flu hingga penutunan nafsu makan.
"Meskipun dapat menyerang semua usia, penyakit campak umumnya dapat menyerang anak-anak, terutama yang tidak mendapatkan imunisasi pada usia 9 bulan," pungkasnya.(jl)


