Iklan

terkini

Merasa Dirugikan, Asosiasi Peternak Ayam Petelur Gelar Aksi Sweeping

Jejak Lombok
Thursday, November 9, 2023, Thursday, November 09, 2023 WIB Last Updated 2023-11-09T06:09:53Z



Lombok Timur-- Puluhan masyarakat yang tergabung di Asosiasi Peternak Ayam Petelur Al-Kausar menggelar aksi sweping (pencegatan- red) terhadap truk pengangkut telur asal Jawa dan Bali yang masuk ke Lombok Timur. 


Aksi sweping itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan para peternak lantaran masifnya distribusi telur asal jawa dan bali ke pulau Lombok hingga menyebabkan harga telur lokal anjlok.


Lebih-lebih, kondisi itu menyebabkan hasil produksi telur dari para peternak lokal tidak dapat diserap pasar sehingga terancam gulung tikar.


"Ini adalah bentuk kekecewaan kami, aksi sweping ini terpaksa kami pilih karena pemerintah selaku regulator tidak mampu berbuat banyak," kata Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Al-Kausar, Lalu Sapoan, Kamis (9/11). 


Dia menegaskan, aksi sweping tersebut akan terus dilakukan hingga menemukan titik terang dan solusi dari pemerintah atas masalah yang dialami oleh para peternak di Lombok Timur.


Sebab, terangnya, pihaknya telah melakukan beberapa langkah persuasif dengan melakukan hearing dengan pihak dinas terkait beberapa waktu lalu. 


Namun begitu, sampai hari ini tidak ada tindak lanjut dari kesepakatan yang telah diputuskan. 


"Kami sudah hearing dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Provinsi NTB guna membahas permasalahan ini, Tapi sampai sekarang tidak ada jalan keluar, jadi langkah ini (sweping-red) akan terus kami lakukan," tegasnya. 


Dia menjelaskan, berdasarkan hitungan kasar, setiap hari 130 peternak yang tergabung di asosiasi alami akumulasi kerugian hingga Rp300 juta. 


Angka itu, jelasnya, belum termasuk nilai kerugian para peternak yang tidak tergabung di asosiasi. 


"Peristiwa ini sudah terjadi dua bulan lebih dan akumulasi kerugian kami tembus Rp18 M," imbuhnya. 


Dari itu dirinya kembali berharap, para pihak terkait baik itu DPRD Lombok Timur, DPRD Provinsi NTB dan pemerintah daerah untuk menjadikan permasalahan tersebut menjadi perhatian serius dan harus ditemukan jalan keluar untuk kebaikan bersama. 


Sementara itu, salah satu peternak di Masbagik Heri juga mempertanyakan pihak pemerintah tidak melibatkan asosiasi peternak ayam petelur dalam program stunting. 


Namun begitu, justru hanya melibatkan para pengepul telur saja. 


"Kami harap pemerintah akomodir asosiasi peternak dalam program Stanting jangan hanya libatkan pengepul," terangnya.


Bahkan pihaknya mengancam, akan melakukan aksi sweping lanjutan dengan membawa masa aksi yang lebih besar. Hingga ancam akan aksi swiping di Pelabuan Lembar, bila pemerintah tidak responsif.


"Kami akan aksi di Pelabuhan Lembar, kalau pemerintah diam terhadap telur yang masuk dari luar Lombok," pungkasnya.(jl)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Merasa Dirugikan, Asosiasi Peternak Ayam Petelur Gelar Aksi Sweeping

Terkini

Iklan