Iklan

terkini

Via Daring, Pemkab Lotim Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Jejak Lombok
Tuesday, June 6, 2023, Tuesday, June 06, 2023 WIB Last Updated 2023-08-22T22:34:28Z



SELONG-- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah.


Rapat tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Daerah di seluruh Indonesia secara virtual dan diikuti secara daring oleh Bupati, Asisten 3, Jajaran Forkopimda serta pimpinan OPD lingkup Kabupaten Lombok Timur di ruang rapat Bupati pada Selasa, (06/06).

Pada sesi pembukaan acara, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan,  berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi pada bulan mei 2023 (y-on-y) konsisten mengalami penurunan dari 4,33 persen menjadi 4,00 persen, selanjutnya pada bulan April 0,33 persen turun ke angka 0,09 persen di bulan Mei.

Hal itu berarti Inflasi di Indonesia secara umum relatif terkendali.

Selain itu, penyumbang inflasi bulanan terbesar pada bulan Mei 2023 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,48 persen (m-to-m) dengan andil Inflasi sebesar 0,13 persen.

Namun begitu, inflasi di kelompok tersebut dapat di redam oleh adanya deflasi di kelompok pakaian dan alas kaki serta deflasi pada kelompok transportasi.

Hal itu kata dia (Tito Karnavian-red) di pengaruhi oleh tingkat daya beli masyarakat pasca bulan suci Ramadhan dan tingkat pergerakan masyarakat pada arus mudik lebaran.

Selanjutnya penyumbang inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok transportasi yaitu sebesar 10,62 persen dengan andil inflasi sebesar 1,29 persen kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,27 persen dengan andil inflasi sebesar 1,13 persen dan trakhir kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,48 persen dengan andil inflasi 0,48 persen.


Terhadap kondisi itu, Mendagri berpesan tiga sektor penyumbang inflasi terbesar akan menjadi super prioritas dalam pengendaliannya.


Berdasarkan sebaran inflasi bulan Mei 2023 menurut wilayah untuk inflasi tahuan (y-on-y) dari 54 Kota IHK mengalami inflasi, 46 diantaranya mengalami inflasi di atas inflasi Nasional.

Kemudian, inflasi tertinggi terjadi di kota-kota baru dan timika masing-masing mengalami inflasi di angka 6,04 persen.

Tito berharap, wilayah yang mengalami inflasi dengan angka tinggi agar menjadi atensi semua pihak.

Tidak hanya itu, Menteri Tito dalam kesempatan tersebut berpesan potensi inflasi atau deflasi dari tren kenaikan dan penurunan harga komoditas selama bulan mei 2023 perlu diperhatikan.

"Harga komoditas bawang merah terjadi banyak kenaikan diberbagai daerah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan juga kenaikan harga bawang putih," ucapnya.

Sedangkan untuk komoditas lain seperti daging sapi, minyak goreng, cabai cenderung relatif turun.

Meski demikian, kondisi tersebut perlu diwasapadai juga penurunnya agar tidak jatuh terlalu dalam guna menjaga para produsen dan petani dari potensi kerugian.(jl)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Via Daring, Pemkab Lotim Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Terkini

Iklan