Jejak Terkini

KMP Wicitra Dharma Kandas, 4,8 Are Terumbu Karang Rusak

RUSAK: Terumbu karang seluas 4,8 are rusak akibat kandasnya KMP Wicitra Dharma di Perairan Selat Alas.

SELONG
-- Kapal Motor Penumpang (KMP) Wicitra Dharma kandas saat hendak berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Pototano Sumbawa. Peristiwa itu terjadi jarak 1 mil dari pelabuhan.

Buntut dari peristiwa yang terjadi Selasa (19/10) kemarin, terumbu karang di tempat kejadian mengalami kerusakan. Luasnya mencapai 4,8 are.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukannya investigasi TNI Angkatan Laut Selat Alas dan Pokmaswas Perintis Bahari, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Investigasi dilaksanakan sehari usai KMP itu dikabarkan kandas, yakni Rabu (20/10). Investigasi dimulai pukul 10.00 hingga 12.20 Wita.

"Berdasarkan hasil investigasi, diketahui terjadi banyak kerusakan terumbu karang akibat evakuasi KMP Wicitra Darma yang dilaksanakan Selasa kemarin," kata Ketua Divisi Konservasi Pokmaswas Printis Bahari, Mukhtar Daud, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/10).

KMP Wicitra Dharma kandas di titik koordinat 8 derajat 28,800 E-116 derajat 41,688 S di perairan Gili Lebur, Selat Alas.

Buntut dari peristiwa itu menyebabkan terumbu karang di lokasi kejadian mengalami kerusakan seluas 80 x 60 meter atau sekitar 4.8 are.

Daud menerangkan, di area terdapat setidaknya empat jenis terumbu karang. Yakni Antropora, Brencing, Blue Coral, dan Rizopora yang tumbuh pada kedalaman dua hingga lima meter.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Perintis Bahari Pringgabaya, Supardi, berharap perusahaan penyedia jasa tersebut bertanggung jawab atas kerusakan itu. Ini karena menjaga laut disebutnya tugas bersama.

Harapan serupa juga ia alamatkan kepada pihak yang berwenang yakni Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dibawah Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pihak tersebut diminta agar serius menangani hal itu dengan bertindak tegas serta upaya sebaik mungkin.

Sebagai perpanjangan tangan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, dibawah Ditjen PSDKP, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan BPSPL, Denpasar. Langkah itu diambil melalui Kasi Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir.

"Kita berharap PSDKP bertindak tegas dan melakukan upaya sebaik mungkin untuk bersama-sama menanggulangi kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh kandasnya KMP Wicitra Dharma ini," ujarnya.

Danpos Angkatan Laut Selat Alas, Letda Marjun Susanto, mengakui penyebab kerusakan terumbu karang berawal dari kapal yang mengalami kandas. 

"Kerusakan semakin meluas karena proses evakuasi yang dilakukan pada saat air belum sepenuhnya pasang," ucapnya.

Terpisah, Kasi Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir BPSPL Denpasar, Muhammad Barmawi menerangkan, kerusakan terumbu karang disebabkan KMP Wicitra Dharma. Pihaknya bertugas melaporkan peristiwa yang menyebabkan kerusakan tersebut kepada PSDKP.

"Setelah itu PSDKP akan melakukan penyelidikan mengenai penyebab kandasnya kapal, apakah itu disengaja atau tidak," ucapnya.

Namun demikian dirinya berharap pihak perusahaan terkait tetap bertanggung atas kerusakan tersebut. Baik itu disengaja ataupun tidak. 

"Pihak perusahaan diharapkan memiliki tanggung jawab atas kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh insiden yang dialami oleh armadanya, setidaknya dengan mengarahkan dana CSR yang dimiliki nya untuk melakukan transplantasi terumbu karang di kawasan yang mengalami kerusakan itu," tandasnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar