Jejak Terkini

Studi Komparasi, Baznas Lobar Belajar ke Lotim

DISKUSI: Jajaran Baznas Lombok Timur dan Lombok Barat berdiskusi terkait inovasi dan program yang dijalankan untuk maksimalkan potensi zakat.

SELONG
-- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur sukses mengelola dan menjalankan sejumlah program. Kesuksesan itu rupanya mengundang perhatian dari Baznas Lombok Barat (Lobar).

Belum lama ini, Baznas Lombok Barat berkunjung ke Baznas Lombok Timur. Kehadiran mereka untuk studi komparasi terkait sejumlah program yang telah dilaksanakan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak sharing program. Salah satunya ialah program santunan untuk anak yatim. 

Pada kesempatan tersebut, Sekertaris Baznas Lotim, Abdul Hayyi mengungkapkan, santunan anak yatim awal mula tidak ada di Baznas. Padahal, anak yatim merupakan salah satu bagian yang harus mendapat perhatian.

Tak kehabisan akal, jelasnya, tim Baznas Lotim mencari dalil yang membolehkan zakat tersebut menyasar anak yatim. Alhasil, setelah berdiskusi panjang dengan melibatkan pimpinan kabupaten, Baznas Lotim menemui jalan keluar.

"Awalnya memang tidak ada aturan zakat itu untuk anak yatim. Namun terus kita mencari dan berdiskusi dengan bupati, akhirnya kita menemui jalan keluar dan dapat menyantuni anak yatim," ungkapnya.

Tidak hanya santunan anak yatim, kedua belah pihak singgung soal zakat untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada ketentuannya, ASN memang diperbolehkan untuk mendapat zakat. 

Terhadap kebolehan itu, Hayyi menyebut ASN yang boleh menerima zakat ialah ASN yang tergolong memiliki hutang.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ( Kabag Kesra) Lobar, H Maksum mengungkapkan, kedatangan Baznas Lobar ingin mengetahui sejauh mana sepak terjang Baznas Lotim dalam menjalankan programnya. Hal itu dijadikan sebagai komparasi untuk  dijadikan refrensi guna penyempurnaan manajemen di Baznas Lobar. Terutama manajemen pengumpulan zakat. 

H Maksum menyatakan, setelah berdiskusi panjang, pihaknya mendapat banyak masukan yang dapat diaplikasikan kedepan.

"Setelah berdiskusi, banyak hal yang dapat kami serap dan dijadikan sebagai refrensi," ucapnya.

Dia berharap setelah melakukan studi banding pihaknya tidak ketinggalan dengan Baznas kabupaten kota yang lain.

"Kami berharap, setelah melakukan studi banding ke Lotim, kedepan Baznas Lobar tidak ketinggalan dengan Baznas Lain di kabupaten kota," pungkasnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar