Jejak Terkini

Pemprov NTB Rancang Pergub Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme

DISKUSI: Beginilah suasana diskusi pembuatan rancangan Pergub perlindungan anak korban jaringan terorisme.

MATARAM
-- Pemprov NTB kini sedang merancang peraturan gubernur (Pergub) perlindungan anak korban korban jaringan terorisme. 

Rancangan Pergub ini digawangi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB bersama Kemen-PPPA RI.

Hal ini dirangkum dalam perancangan  pembentukan Peraturan Gubernur (Pergub) Perlindungan Anak dari faham radikalisme dan terorisme. Regulasi ini bertujuan mewujudkan pemenuhan hak anak dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuh kembang, fisik dan sosialnya. 

"Kami ingin kita semua bergerak bersama-sama dalam melindungi anak-anak dari aksi radikalisme dan terorisme, startnya adalah dengan adanya payung hukum," tutur Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kemen-PPPA RI, Elvi Handrani, Jum'at (20/8).

Lontaran ini disampaikan pada pertemuan Pendampingan Penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme yang berlangsung di Hotel Golden Place.

Elvi juga sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan oleh DP3AP2KB dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme. 

Ia mengapresiasi berbagai upaya-upaya yang dilakukan Provinsi NTB. Seperti melakukan berbagai macam kegiatan dan langkah dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme. Termasuk melakukan penyuluhan ke rutan-rutan, pendekatan ke instansi pendidikan mulai guru dan kampus dan penyusunan kebijakan.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB NTB Husnanidiaty Nurdin, MM sangat berterimakasih atas dukungan dan sinergi bersama Kempan-PPPA yang telah dilakukan untuk perancangan Pergub Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme.

Eni panggilan akrab Kadis P3AP2KB sangat berharap, agar anak-anak sedari kecil dapat ditanamkan jiwa patriotisme, penting sekali termasuk di lingkungan sekolah.

"Anak-anak jangan lupa dilatih dan diajarkan untuk selalu menghormati bendera, karena dari berita-berita yang kita dengar kasus terorisme permulaannya adalah tidak mau menghormati bendera hal ini yang menjadi perhatian agar anak-anak dapat terus ditanamkan jiwa patriotisme," jelasnya.

Eni juga menuturkan agar selalu menerapkan rasa syukur dan terimakasih didalam diri masing - masing. Kedua hal tersebut harus ditanamkan mulai dari sejak dini kepada anak-anak.

"Kalau kita sudah bersyukur dan berterima kasih rasanya sangat ringan dan membuat hati kita menjadi tentram," tegasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar