Jejak Terkini

HBK Paparkan Fakta Jumlah Anak Pengguna Internet

VIRTUAL: H Bambang Kristiono saat berdiskusi virtual bersama para konstituen terkait fakta anak dan penggunaan internet.

MATARAM
-- Kehadiran H Bambang Kristiono sebagai wakil rakyat di DPR RI dapil Pulau Lombok seolah menjadi pembeda. Sosok ini terbilang sebagai figur yang rajin menyapa konstituennya.

Kamis (12/8), sosok yang karib disapa HBK ini kembali menyapa konstituennya secara virtual. Cara ini dilakukan di tengah keterbatasan ruang gerak secara fisik lantaran pandemi Covid-19.

“Hari ini kita menggelar dua kali pertemuan webinar. Masing-masing dihadiri oleh 150 orang peserta,” kata HBK kepada awak media.

Dalam diskusi dan pertemuan virtual itu, HBK mengajak konstituen membincang internet sebagai sarana edukasi anak. Kegiatan ini sendiri melibatkan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Diketahui, Kemenkominfo merupakan mitra kerja Komisi I DPR RI. Secara kebetulan HBK membidangi kerjasama tersebut.

Hadir dalam diskusi itu yakni para aktivis dan pegiat sosial. Ada juga komunitas masyarakat dan kaum milenial di Pulau Lombok.

Selain HBK, tampil sebagai narasumber lain adalah Dirjen Aptika Kemenkominfo Samuel A. Pangarepan. Ada juga praktisi media, Teguh Setiawan Usis.

Mengemuka dalam webinar tersebut hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Penelitian itu terkait riset di pertengahan 2019 yang menemukan pengguna internet terbanyak ada pada usia 15 hingga 19 tahun.

Bahkan, di Indonesia sekarang ini, anak-anak umur 5 hingga 9 tahun juga telah menggunakan internet. Jumlahnya mencapai 25,6 persen dari keseluruhan sampel yang berada pada umur tersebut.

Di hadapan para peserta webinar, HBK menekankan bahwa anak adalah karunia Allah SWT yang harus dijaga. Mereka harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Anak-anak disebutnya sebagai generasi penerus keluarga, investasi dunia akhirat, dan merupakan sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini jumlahnya mencapai sekitar 80 juta orang.

"Penggunaan internet oleh anak telah membawa banyak manfaat,” ucapnya.

Manfaat itu seperti untuk kepentingan pendidikan. Internet juga memudahkan anak dalam menyusun kreativitas dan menjadi media hiburan anak.

Kendati demikian, peran orang tua disebutnya sangat penting. Peran tersebut terutama dalam pengawasan, karena beberapa dampak negatif internet banyak mempengaruhi sikap mental dan kepribadian anak.

Banyak tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan para peserta webinar. Samsul Wardi dari Lombok Tengah misalnya. Dia menanyakan masih bebasnya pemakaian internet oleh anak-anak di bawah umur. Dia mempertanyakan mengapa hal tersebut tidak dibatasi saja.

Menjawab pertanyaan tersebut, HBK menekankan, di era industri 4.0 seperti saat ini, pembatasan internet bukanlah hal yang bijak dilakukan. Ini karena masyarakat sudah hidup berdampingan dengan sinyal internet.

“Yang perlu dilakukan sebenarnya bukanlah pembatasan. Tapi lebih kepada program pengawasan karena seberapapun besarnya upaya kita membatasi internet ini, Ia akan selalu hadir dan punya cara untuk terus hadir di tengah-tengah kita lewat berbagai media," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar