Jejak Terkini

Destinasi Wisata Daerah Lain Tutup, Sembalun Justru Membludak

RAMAI: Kunjungan ke destinasi wisata Sembalun terpantau ramai oleh wisatawan yang berlibur pasca Lebaran.

SELONG
-- Hampir semua kabupaten kota di Pulau Lombok memberlakukan kebijakan menutup destinasi wisata saat libur Lebaran Idul Fitri. Langkah berbeda justru diambil di Lombok Timur. Pemerintah setempat hanya memberlakukan pembatasan.

Kendati memberlakukan pembatasan, arus liburan ke sejumlah destinasi wisata daerah justru nampak ramai. Salah satu destinasi yang banyak dikunjungi yakni Sembalun.

Pantauan JEJAK LOMBOK, Minggu (16/5), kawasan Sembalun mulai dari Pusuk nampak dipadati wisatawan. Tidak sedikit dari wisatawan ini berasal dari luar Lombok Timur.

Edi Catur wisatawan asal Kecamatan Labuapi Lombok Barat kepada media ini Sabtu malam (16/5) mengaku bingung mencari penginapan di sekitar Sembalun. Kebingungannya dikarenakan rata-rata hotel dan homestay di kawasan itu sudah full booking.

"Minta tolong, jika ada kenalan yang punya penginapan agar bisa dibantu dapat kamar," pintanya.

Pria yang berdomisili di komplek perumahan LA Green, Desa Terong Tawah ini mengaku datang ke Sembalun bersama keluarga. Setidaknya ada sekitar 12 orang yang ikut dalam rombongan itu dan menempuh jalur Mataram, KLU menuju Sembalun.

Karena kesulitan mendapat penginapan, Edi merasa bersyukur karena masih ada penginapan di kawasan Bukit Inspirasi yang masih kosong. Hanya saja, penginapan yang ditempati Edi dan keluarga terbilang cukup jauh dari akses jalan utama Sembalun.

Camat Sembalun, Martawi menerangkan, bahwa pihaknya telah melakukan antispasi mengenai hal rersebut. Bahkan, dua hari sebelum lebaran pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Forkompincam setempat terkait pemantuan pasca Lebaran.

"Di Pusuk tidak macet. Semua lancar terkendali," ujar Martawi, Minggu (16/5).

Untuk saat ini, mengingat pandemi pihaknya memberlakukan batasan kuota pengunjung. Pembatasan terutuma khusus untuk wisata perbukitan yakni sampai 500 orang untuk semua destinasi.

Namun demikian target itu disebutnya tak sampai seperti kuota yang telah ditetapkan. Berbeda untuk penginapan, dirinya tak memungkiri semua full booking. 

Tamu yang menginap disebutnya rata-rata sampai dengan satu malam saja. Di lain sisi, ia menyebut sempat mendapat isu bahwa kawasan Sembalun bakal ditutup, tapi itu tidak terjadi.

Lantaran isu itu, pihaknya menekan para pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Senada, Sekretaris Desa Sajang, Hidmatul Arif mengatakan, telah membahas soal itu dengan beberbagai pihak, termasuk pengelola wisata setempat. Keputusan bersama menetapkan kawasan Sembalun tetap dibuka bagi pengunjung dengan catatan memperketat prokes.

"Di samping itu, pembatasan jumlah wisatawan juga dikontrol dengan pembatasan kuota. Baik itu wisata bukit maupun titik-titik lokasi yang ada di kawasan kecamatan Sembalun," sebutnya.

Untuk penginapan, ujarnya, seperti biasa wisatawan hanya nginap satu malam saja. Buntutnya, homestay full booking, bahkan dari jauh hari telah dipesan lebih dulu. 

Yang menarik pada liburan kali ini, paparnya, rata-rata wisatawan lebih memilih menginap di homestay ketimbang hotel. Pilihan wisatawan ini lantaran rata-rata homestay yang ada memiliki nuansa alami dan berada di areal perkebunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, H Mugni saat dikonfirmasi tak banyak bicara. Ia hanya memastikan wisatawan yang datang harus menaati prokes. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar