Jejak Terkini

Egrang Tambok Hingga Tari Api "Bakar" Jayakarta

ATRAKSI: Penari Tari Api sedang menunjukan kebolehannya di pool stage Jayakarta Hotel.

GERUNG
-- Pariwisata Senggigi masih terus menunjukkan eksistensinya. Beragam kegiatan digelar demi menunjukkan kawasan destinasi andalan ini tidak mati.

Sabtu malam (10/4), Dinas Pariwisata Lombok Barat secara streaming menggelar atraksi tari. Ada lima tari ditampilkan di pool stage Jayakarta Hotel.

Kendati dilaksanakan streaming, secara offline atraksi ini disaksikan sejumlah penonton. Namun demikian, standar protokol kesehatan tetap diperketat

Kelima atraksi tari yang disajikan itu yakni Egrang Tambok, Batek Baris, Broadway Dance, Street Dance dan Fire Dance (Tari Api). 

Egrang Tambok merupakan tarian yang diangkat dari permainan tradisional anak-anak di Lombok. Tarian ini menggunakan batok kelapa sebagai properti pementasan.

Batek Baris merupakan tarian baris-berbaris yang meniru gerakan tentara kolonial tempo dulu. Dalam banyak gerakannya melafazkan instruksi bahasa Belanda yang diucapkan ke dalam bahasa Sasak.

Sementara Broadway dan Street Dance merupakan dua tarian luar. Broadway Dance cenderung musikal dan diiringi gerak para penari. Sedangkan Street Dance cenderung dipertunjukkan dengan memanfaatkan semua ruang terbuka.

Pamungkas dari atraksi ini yakni Tari Api atau Fire Dance. Tarian ini tampil memukau dengan mengandalkan properti api yang dimainkan para penarinya.

Terhadap event ini, GM Jayakarta Hotel, Cherry Abdul Hakim mengatakan, atraksi ini menegaskan bahwa pariwisata Senggigi masih berdenyut. Tagline #AyoKeSenggigi bukan sekedar slogan saja yang tidak diimbangi oleh ikhtiar menjaga kelangsungan kunjungan wisatawan di masa pandemi.

"Kita fasilitasi Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara saja. Event ini menunjukkan pariwisata Senggigi masih berdenyut, tidak mati," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H Saiful Ahlam mengatakan, atraksi ini bagian dari rangkaian Calender of Event (CoE) Harmoni Lombok Barat. Meski berskala kecil, setidaknya event ini menegaskan, denyut pariwisata daerah ini masih bergerak.

"Ini rangkaian event penutup Bulan Sya'ban menuju Ramadan," tandassya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar