728x90

ad

FJLT Gelar Workshop Fotografi Jurnalistik

SEREMONI: Beginilah suasana opening seremoni kegiatan workshop fotografi jurnalistik yang diadakan FJLT.

SELONG
-- Sektor pariwisata di NTB terus menggeliat dan menjadi sorotan. Seiring itu, kepedulian berbagai pihak di sektor ini kian signifikan.

Seperti yang dilakukan Forum Jurnalistik Lombok Timur (FJLT), misalnya. Forum wartawan ini menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar workshop fotografi jurnalistik.

Kehadiran para jurnalistik menyorot sektor pariwisata dianggap penting. Lewat pemberitaan yang dihadirkan diharap menjadi bagian media promosi.

Kegiatan yang diinisiasi FJLT ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram dan Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Lombok Timur.

Acara itu dihajatkan untuk SMA, SMK dan MA di bumi Patuh Karya. Kegiatan ini hendak digelar di tiga zona, yakni di SMKN 1 Sakra, SMKN 2 Selong dan SMA 1 Aikmel. 

Ketua Panitia Festival Jurnalis Pariwisata, Fatih Qudus Jaelani mengatakan, kegiatan tersebut ini wadah bagi siswa-siswi untuk menyalurkan bakat jurnalistik. Baik itu dalam penulisan berita, maupun foto.

Tak hanya gelar workshop, panitia juga hendak gelar lomba foto pariwisata terbaik.

"Peserta yang ikut workshop ini, nanti akan turun mengambil foto destinasi, dan akan dilombakan," ujar Fatih Kudus Jaelani, Sabtu (13/3).

Pihaknya juga akan menggelar pameran foto destinasi. Akhir dari kegiatan tersebut akan dibuat sebuah karya dalam bentuk buku ensiklopedia pariwisata.

"Nantinya karya para siswa-siswi ini akan kita buat menjadi sebuah buku ensiklopedia pariwisata. Adanya buku tersebut nantinya untuk promosi pariwisata Lotim," ujarnya.

Sementara itu, Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat baik untuk menjadi bahan promosi pariwisata.

"Ini sangat baik sekali, semoga acara seperti ini tidak hanya di Lotim saja, akan tetapi juga bisa dilaksanakan ditingkat provinsi," tuturnya.

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Lombok Timur, H Mashun mengatakan, dirinya sangat mendukung langkah insan jurnalis Lotim. Kegiatan ini dianggap sangat produktif.

Menurutnya, peran jurnalis sangat penting dalam upaya pengembangan pariwisata kedepan. 

"Informasi yang disampaikan ke masyarakat ini sangat penting, bagaimana situasi dan kondisi dan demi perkembangan berbagai sisi kedepannya," terangnya.

Terkait pariwisata, lanjutnya, sangat perlu publikasi. Sebab orang luar tak akan mungkin mengenal daerah tanpa dipublikasi.

Di Lotim, Terang Mashun, Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki jurusan pariwisata sudah ada di beberapa sekolah. Dari 12 sekolah negeri dan 97 swasta, telah tersedia konsentrasi di bidang tersebut.

"Yang SMK negeri sudah ada tiga yakni, SMKN 1 Sakra, SMKN 2 Selong, SMKN Sambalia. Belum lagi yang swasta sudah banyak," bebernya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar