Jejak Terkini

Setahun, Lotim Produksi 266.700 Kopi Arabika

KEBUN KOPI: Salah seorang pengunjung melihat buah kopi yang belum dipanen di Sembalun.

SELONG
--Potensi Lombok Timur di sektor perkebunan cukup membanggakan. Salah satu yang dihasilkan dari sektor ini adalah komoditi berupa kopi.

Setidaknya ada dua varietas kopi yang dapat ditemukan di daerah bermotto Patuh Karya ini. Keduanya yakni Robusta dan Arabika.

Khusus Arabika, salah satu yang istimewa dari varietas ininadalah jenis Tipika. Sebuah jenis kopi dengan gen Arabika tertua asal Afrika.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Lombok Timur, Marepudin membeberkan, salah satu potensi perkebunan di daerah ini adalah kopi.

"Kita di Lombok Timur memiliki potensi perkebunan penghasil kopi," ujarnya, Senin (22/2).

Dari data yang ada, terangnya, potensi kopi Arabika di Lombok Timur relatif cukup besar. Jumlahnya mencapai 266.700 kilogram per tahun. Jumlah sebanyak itu ditanam pada areal seluas 1.374 hektare.

Berbeda dengan jenis Robusta ya g ditanam pada lahan seluas 680 hektare. Dari jumlah itu menghasilkan 195.198 kilo gram kopi per tahun.

Jika melihat sebaran kedua varietas tersebut, arabika setidaknya terdapat di dua kecamatan, yakni Sembalun dan Pringgasela. 

"Di Sembalun kita punya 1.200 hektare, sedangkan Pringgasela 100 hektare," sebutnya.

Sementara sebaran untuk jenis robusta terdapat di Pringgasela 359, Aikmel 156, Wanasaba 65, Sikur 52, Motong Gading 35, dan Suela 12 hektare. Sementara di Masbagik ia tak merincikan berapa luas lahan perkebunan penghasil kopi ini.

Hasil perkebunan satu ini, lanjutnya, disukai lintas generasi. Di tahun 2021 ini, ia mendapatkan bantuan 100 ribu bibit kopi jenis arabika.

Bantuan tersebut, ujarnya, dari APBD murni Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Bantuan bibit ini akan difokuskan penanamannya di Sembalun.

"Ada enam kelompok yang akan dapat bantuan ini," ucapnya.

Dari enam kelompok ini, bebernya, ada 146 petani yang hendak menerima manfaat dari bantuan bibit tersebut. Namun, sampai saat ini baru satu kelompok yang menerima 17 ribu bibit kopi.

Pihaknya berharap, akan mengembangkan perkebunan kopi itu ke luar Sembalun. Seperti yang di wilayah Pringga Jurang dan Suela. 

Di tahun 2021 ini, pihaknya telah menyiapkan program yakni Desa Organik. Program ini telah disusun rencana kerjanya dan siap dilaksanakan.

Desa Organik ini, lanjutnya akan berfokus pada dua komoditas perkebunan. Yakni kopi dan aren.

"Untuk desa organik khusus komoditi kopi akan difokuskan di Pringga Jurang Utara, dan akan jadi sumber benih. Kita lagi lobi-lobi ini," terangnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar