728x90

ad

Kasus Stunting di Lotim Masih di Angka 27 Persen

H. Ahmad

SELONG
-- Masalah stunting di Lombok Timur masih menjadi fokus pemerintah. Buktinya belakangan melalui surat edaran bupati setempat, salah satu penekanan yang diatensi yakni masalah stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Lombok Timur, H Ahmad mengatakan, kasus stunting di Lotim masih tergolong masih tinggi. Jumlah kasus di daerah ini bahkan hampir sama dengan jumlah rata-rata nasional.

Menurutnya, salah satu penyebabnya yakni masih adanya kasus melahirkan pada usia dini di daerah ini. Praktis masalah ini harus mendapat perhatian dan pendampingan.

"Kita masih di angka 27 persen, hampir sama dengan angka rata-rata nasional," terang Kadis BP3AKB, H Ahmad, Rabu (17/2).

Angka 27 persen ini, jelasnya, setara sekitar 2000 kasus stunting di Lombok Timur.  Namun demikian, pihaknya akan melakukan pencermatan lagi. 

Untuk bisa dikategorikan jadi stunting, jelasnya, anak telah mengalami peningkatan salah satunya perubahan pada tinggi badan. Menurutnya, anak ini masih dalam masa pertumbuhan.

Kedepan, beber Ahmad, langkah yang dilakukan tidak lagi pola pemberian makanan tambahan atau program PMT. Tapi harus ada sistem baru.

Ia menyebut program tersebut yakni pemberian makanan melalui empat bintang. Yakni yang sehat dan memiliki karbohidratnya seperti beras, tahu, tempe dan yang lainnya. Lantaran pola lama sebutnya, belum nampak pengaruhnya terhadap kasus tersebut. 

"Nanti 2000 anak yang mengalami stunting, ink kita kasi melalui program empat bintang makanan tunggu saja," ujarnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar