728x90

ad

Bupati Sukiman Minta Peta Penanganan Covid-19 Diubah

RAKOR: Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy memimpin rapat koordinasi terkait penanganan COVID bersama pihak-pihak terkait.

SELONG
--Rapat penanganan Covid-19 di Lombok Timur mengemuka soal perlunya perubahan peta penyebaran virus tersebut. Usul ini datang dari bupati setempat.

Rapat yang diselenggarakan pukul 10.00 WITA di aula masjid Kantor Bupati Lotim  yang dihadiri bupati dan para OPD terkait.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy meminta kepada Dinas Kesehatan agar peta penanganan Covid-19 harus dirubah. Perubahan ini tidak hanya kecamatan saja dikontrol, tapi juga harus disertakan desanya.

Selain itu, Sukiman menyebut tenaga kesehatan saat ini sudah lelah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) tiap hari. Mereka juga sudah merasa jenuh.

"Jadi kita harus perduli kepada para Nakes yang sedang berjuang menangani penanganan Covid-19," katanya.

Begitu juga dengan kondisi masyarakat disebutnya merasakan hal sama. Sekitar 9 bulan lebih masyarakat dikungkung kepungan pandemi.

Di kesempatan itu, Sukiman juga menyinggung kondisi sekolah yang menaati protokol kesehatan. Tercatat hanya 15 persen taat protokol. Selebihnya asal-asalan.

"Jadi kita putuskan sekolah akan saya tutup dan boleh dibuka apabila sudah menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, kabupaten sibuk dengan Covid. Sementara di desa-desa dianggap santai dengan kondisi yang terjadi.

Karena itu, mulai saat ini, kondisi itu minta dibalik. Pemerintah desa yang harus sibuk melakukan hal tersebut. Sementara Pemkab hanya memantau dan memastikan apakah desa itu aman dari Covid.

"Bangkitkan semangat lagi kita harus kembali dalam penanganan Covid-19," ajaknya.

Sementara itu, untuk masalah pendanaan ia menyuruh menggunakan dana ADD. Caranya dengan meniadakan pembangunan fisik dan harus fokus pada penanganan Covid-19 ini.

Pemerintah desa juga diminta agar mempunyai tempat isolasi. Tempat tersebut harus layak, tidak asal-asalan.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lotim, dr Faturrahman mengatakan, saat ini perkembangan Covid-19 di wilayah NTB hanya 2 yang kuning dan sisanya orange.

"Sehingga Lotim terus berusaha meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian," jelasnya.

Ia juga membeberkan prinsip dasar pengendalian Covid-19. Yaitu, semua kasus suspek harus ditemukan, serta diperiksa dan seterusnya harus diisolasi.

"Saya mengusulkan kepada para wilayah, mulai saat ini harus melakukan protokol kesehatan sehingga, dapat pendeteksian dari awal ke tingkat paling bawah," katanya. (zaa)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Tetapi Desa harus diminta buat Banner ttg arus keluar masuknya DD...... Sbb selama ini tdk pernah jelas pertanggung jawabannya... Mknya bnyak Kades dan staf desa mnjadi kaya mendadak,staf desa punya Mobil, kades punya mobil, toko dll. Pdhl tdk punya pekerjaan lain.... Speda motornya rata2 lbh dari satu.... Blm lg plat merah dibeli daru dana Desa....

    BalasHapus