Jejak Terkini

1.396 Nakes Lobar Sudah Didata untuk Divaksin Sinovac

BERTUGAS: Jajaran nakes Lombok Barat saat sedang bertugas.

GERUNG
– Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Barat yang telah terdata untuk divaksinasi sebanyak 1.396 orang. Nakes ini yang akan didahulukan untuk tahap pertama sekitar akhir Januari ini.

"Tapi data ini belum sampai di-screening, karena nanti akan ada bagian-bagian yang dipilih lagi. Mana yang boleh dan tidak boleh (divaksin, red)," ungkap Kabid P3KL Dikes Lobar, Ahmad Taufik Fatoni, saat rapat koordinasi dengan Forkopimda Lobar di ruang Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (4/1).

Untuk saat ini, diakui vaksin tersebut belum diterima oleh daerah. Tetapi dari kabar yang diterima, bahwa pada akhir Januari ini, para Nakes sudah disiapkan untuk vaksinasi.

Terkait izin, saat inipun dikatakan bahwa vaksin sinovac yang masuk ke Indonesia memang belum mengantongi izin edar dari balai POM. Sehingga pihaknya belum bisa berkomentar lebih sembari menunggu keluarnya izin dari BPOM dan MUI.

"Berdasarkan surat edaran dari kementerian, untuk tahapan pertama yang akan divaksin adalah tenaga kesehatan, TNI-Polri, terus tenaga petugas pelayanan publik lainnya," papar dia.

Paling tidak kuartal pada tahap pertama itu, terang dia, tidak sampai bulan April. Baru kemudian, vaksinasi akan dilanjutkan untuk tokoh masyarakat dan agama, serta pelaku ekonomi strategis.

"Perangkat desa akan masuk tahap ke-dua, tahap ke-tiga baru masuk ke guru, tahap keempat baru masuk ke aparatur kementerian," imbuhnya.

Sehingga ketika ditotal dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang 260 juta, yang akan divaksin sekitar 181 juta masyarakat dari usia 18-59 tahun. Atau sebesar 60 persen masyarakat.

"Untuk di bawah 18 tahun tidak boleh dan untuk di atas 59 tahun juga tidak boleh untuk divaksin dengan sinovac," jelas dia.

Di mana dari total itu, akan dikurangi oleh kelompok yang tidak akan divaksin. Seperti orang yang sudah terpapar covid-19, ibu hamil, komorbid yang tidak terkontrol (diabetes, hipertensi atau ginjal).

"Untuk Lombok Barat, belum kita data berapa jumlah yang akan kita vaksin," tandasnya.

Terpisah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, secara personal mengaku siap untuk vaksinasi jika nanti izin edar dari BPOM dan MUI sudah keluar.

"Secara pribadi saya percaya dan saya juga siap untuk vaksinasi. Jangankan Pemkab, kalau Kemenkes sudah oke, BPOM oke, MUI oke, ya sudah," ujarnya saat dimintai keterangan.

Karena jelas dia, ini demi sama-sama saling menjaga dari bahayanya virus covid-19 tersebut. (and)

Posting Komentar

0 Komentar