Jejak Terkini

Warga Prabe dan Komunitas Lestarikan Hutan Cegah Longsor

TANAM: Warga Prabe bersama komunitas dan personil TNI menanam pohon di hutan Prabe.

GERUNG
—Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Warga Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar Lombok Barat  bersama Komunitas Lombok CB150R Rider (LCR) menanam 2.500 pohon di Hutan Prabe. 

”Penanaman bibit pohon di kawasan hutan bentuk mitigasi terhadap ancaman banjir, longsor, yang sering terjadi di musim penghujan dan juga musim kekeringan,” kata Certified Coach Sistem Manajemen Keadaan Darurat, Edie Nugroho, saat ditemui JEJAK LOMBOK, Kamis (24/12).

Menurut dia, kondisi hutan memang sudah banyak berubah. Apalagi adanya oknum yang tidak bertanggung jawab akan kelestarian hutan tersebut. 

Dengan masuknya mereka ini, jelas merusak tatanan hutan dan alam tersebut. Kondisi ini sangat jelas bila melihat sekeliling hutan Prabe, pohon-pohon banyak dengan sengaja dibakar. 

Parahnya lagi, ada pohon yang dilubangi seakan terlihat sudah tua dan rapuh. Padahal pohon di hutan bisa sangat lama bertahan, bila tidak diganggu tangan-tangan jahil yang usil merusaknya. 

Lambat laun, jelasnya, ini merusak tatanan alam yang murni tersebut. Di situlah peran banyak pihak untuk menjaganya.

”Menanam pohon sekarang atau melakukan mitigasi bencana saat ini untuk anak cucu kita kelak,” imbuhnya.

Tidak mudah menjaga itu semua. Butuh keberlanjutan yang tidak hanya sesaat agar hutan tidak rusak di kemudian hari.

”Memang menjaga hutan dan kelestarian alam tanggung jawab semua pihak,” tambahnya.

Ketua Komunitas Lombok CB150R Rider (LCR) Dedi Wahyudi mengatakan, pihaknya senang terlibat dalam kegiatan menanam untuk menjaga kelestarian hutan dan ekosistem yang ada. Kegiatan ini demi generasi penerus di masa yang akan datang.

Dalam kegiatan ini, terlibat sekitar 50 orang termasuk bantuan personil TNI. Selain itu, ada juga komunitas, dan bantuan warga sekitar. Pohon yang ditanam sekitar 2.500 pohon, dengan berbagai jenis.

”Sengon, gaharu, alpukat, durian, srikaya, mente dan sentul yang kami tanam kembali,” terangnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar