Jejak Terkini

Sukses Genjot Wisatawan Saat Pandemi, Lobar Dikunjungi Kabupaten Maros

KUNJUNGAN: Kepala Dispar Lobar, H Saepul Ahkam saat menerima kunjungan 14 camat dari Kabupaten Maros.

GERUNG
--Daerah-daerah lain di NTB patut belajar bagaimana gigihnya Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar). Dinas ini dianggap sukses menggenjot kunjungan wisatawan di tengah situasi pandeminyang tengah melanda.

Tercatat sejak medio 2021 lalu, Duspar Lobar gencar sosialisasi protokol kesehatan. Sembari itu, pihak Dispar Lobar juga mengundang wisatawan mendatangi destinasi-destinasi wisata yang mereka miliki.

Seperti di Senggigi misalnya. Dispar menggaungkan tagar #AyoKembaliKeSenggigi. Sementara untuk di Sekotong digaungkan Tahar #KeSekotongAja.

Kegigihan Dispar Lobar ini kini membuahkan hasil. Salah satunya ditandai dengan kunjungan 14 camat dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Di hadapan para camat, Kepala Dispar Lobar H Saepul Ahkam mengatakan, kunjungan wisatawan cukup menggembirakan. Dibanding daerah lain, kunjungan wisatawan ke Lobar dinilai lebih baik.

"Setelah sekitar tiga bulan kami vakum akibat Covid-19, per Juni kemarin kami memutuskan harus bergerak, harus hidup. Kalau dari aspek kami, toh sama-sama kita pasti mati, tapi kami memilih mati berusaha, paling tidak di sana ada nilai jihad fii sabilillah-nya," ujarnya saat menerima rombongan, Selasa (22/12).

Keberanian membuka kembali destinasi-destinasi wisata di Lobar, jelasnya, dibarengi dengan supervisi ketat. Supervisi ini berlaku kepada semua destinasi dan akomodasi wisata untuk menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19. 

Salah satu yang Akhkam sebutkan juga dalam usaha membangun kembali pariwisata di masa pandemi ini adalah kegiatan pendampingan. Pihaknya memberikan pembinaan masyarakat tentang sapta pesona.

"Kegiatan yang sedang kita lakukan sampai saat ini juga adalah usaha untuk mewujudkan wisata bersih. Selain pendampingan dan pembinaan terkait sapta pesona, kami juga setiap Jum'at rutin turun untuk gotong royong membersihkan daerah-daerah wisata," lanjut Akhkam. 

Kegiatan bersih-bersih, jelasnya, sebagai stimulasi bagi masyarakat ikut berpartisipasi akan kebersihan lingkungan dan lahan wisata. Ajang ini sekaligus untuk pertemuan dan pertukaran aspirasi dengan para pelaku pariwisata dan pokdarwis sekitar daerah pariwisata tersebut.

Hal lain yang Akhkam sebutkan untuk mendukung perkembangan pariwisata di Lobar adalah peraturan daerah yang menjadi payung kerja Dispar Lobar dalam melakukan semua kegiatan. 

"Salah satu peraturan daerah itu adalah rencana induk pembangunan pariwisata. Di dalamnya ada skema pembagian kawasan wisata menjadi empat kawasan yang harus terkoneksi satu dengan yang lain," ungkap Akhkam. 

Sementara itu, Nuriadi, Camat Moncongloe yang juga merupakan ketua rombongan merasa sangat bersyukur bisa diterima sangat baik di Lobar. Ia pun menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas penerimaan yang sangat baik. 

Ia merasa kunjungan ke Lobar merupakan hal yang sangat tepat. Mengingat reputasi pariwisata Lombok sudah sangat besar di tingkat nasional maupun global. 

"Di Lombok Barat ini yang kami tahu sudah jauh lebih awal, lebih maju dari pada pariwisata di Maros, bahkan Lombok kami dengar masuk dalam 10 besar destinasi wisata nasional. Ini juga yang menjadi motivasi kami untuk coba mengenali bagaimana perkembangan pariwisata tersebut di sini," terang Nuriadi. 

Ia berharap dengan paparan panjang lebar yang disampaikan Kadispar Lobar tadi, bisa sangat membantu dan menjadi bahan kajian, komparasi dan rujukan bagi Kabupaten Maros.

"Selain kita sudah diterima secara resmi dan sangat baik, kami banyak bertukar pikiran dan banyak mendapat informasi terkait konsep perkembangan wisata di daerah ini," lanjutnya. 

Ia berharap bisa mencoba untuk mengimplementasi baik regulasi dan kebijakan yang dilakukan Pemkab Lobar dalam hal kepariwisataan. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar