Mahasiswa Telkom University Sukses Angkat Nama Kampung Adat Kuta

BERPOSE: Project Manager Mahkuta Bumi, Muhammad Pramudya berpose dengan Ketua Kampung Adat Kuta, Warsim.

MATARAM
--Mahasiswa Telkom University Prodi Ilmu Komunikasi konsentrasi Marketing Komunikasi berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan Urban Village 2020. Kegiatan ini merupakan agenda wajib tahunan yang rutin bagi mahasiswa semester 5.

Dalam rangkaian kegiatan akhir yang dibawakan oleh kelas KM-42 MC 4 yang mengangkat Kampung Adat Kuta di Ciamis, Jawa Barat dilaksanakan secara daring. Proses daring dilaksanakan lantaran masih terkendala pandemi.

Dalam kegaiatn itu sendiri, para mahasiswa Telkom University ini mem-branding dengan nama Mahkuta Bumi. Walaupun ditengah kondisi pandemi ini tidak membatasi ide dan kreativitas para mahasiswa membantu warga Kampung Adat Kuta dalam memasarkan produknya.

Seperti rilis sebelumny kepada JEJAK LOMBOK, para mahasiswa ini mengangkat potensi gula aren di desa itu. Lewat branding produk ini diharap hasil produksi warga bisa terserap dengan baik oleh pasar.

"Itu yang kami niatkan dari kegiatan ini," ungkap Project Manager Mahkuta Bumi, Muhammad Pramudya, Selasa (1/12).

Sejatinya branding produk Mahkuta Bumi ini dibungkus dalam tajuk Legitna Kuta. Dimana dalam daring itu, setidaknya terdapat sebanyak 800 partisipan yang ikut terlibat.

Lewat kegiatan branding tersebut diharap produk gula aren Kampung Adat Kuta bisa membantu masyarakat setempat. Terbantunya masyarakat dengan sendirinya bisa meningkatkan perekonomian mereka.

Kegiatan ini terbilang sukses. Ini karena para partisipan yang terlibat sangat antusias. Buktinya, tidak sedikit pertanyaan yang dilontatkan dalam kegiatan tersebut.

Ketua Kampung Adat Kuta, Warsim dalam kesempatan itu memperkenalkan kampungnya kepada audiens. Ia banyak membahas permasalahan menurunnya omset penjualan hasil gula aren saat kondisi pandemi.

Tak hanya Warsim, ada juga pembicara lain yakni,  perwakilan Dinas Kehutanan Jawa Barat, Yudhadari. Narasumber yang satu ini memaparkan materi terkait pohon aren.

Bahkan, salah seorang pelaku UKM, Abdul Hadi bersedia membagi pengalamannya. Ia secara spesifik membahas mengenai pengolahan gula aren hingga dapat mengekspornya.

Materi pembahasan di webinar ini bisa dibilang sangat menarik. Dari pembahasan para narasumber banyak ilmu bermanfaat yang diperoleh. (jl)

Posting Komentar

2 Komentar