Jejak Terkini

Sejak Rinjani Dibuka, Tercatat 1.906 Pendaki Nakal, 1 Artis

PENDAKI: Wisatawan mengabadikan diri dalam foto menaklukan puncak Gunung Rinjani. (Foto:Net)

MATARAM
--Wisata pendakian Gunung Rinjani dibuka sejak Agustus 2030 lalu. Dibukanya wisata pendakian ini setelah Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengantongi sertifikat Clean, Healthy, Safety dan Enviroment (CHSE) dari Pemprov NTB.

Dibanding beberapa gunung lain di Indonesia, pendakian Gunung Rinjani dibuka lebih awal. Pendakian di gunung inipun memberlakukan kuota 30 persen. Selain itu, diberlakukan la pembatasan durasi pendakian, hanya 2 hari 1 malam.

Catatan dari pihak TNGR, sebanyak 3.799 pendaki yang menjajal keindahan Rinjani sejak Agustus kemarin. Dari jumlah itu, terdapat sebanyak 3.740 pendaki lokal, sisanya merupakan pendaki mancanegara.

Kepala Seksi Wilayah I BTNGR, Teguh Rianto mengatakan, dari 3.799 pendaki tersebut, tercatat sebanyak 1.906 pendaki nakal. Mereka dikategorikan nakal lantaran melewati kuota batas waktu yang telah ditetapkan.

"Dari 1.906 pendaki itu, 1 diantaranya seorang artis," ucapnya, Selasa (3/11).

Artis yang dimaksud Teguh berinisial FB. Yang bersangkutan disebutnya melakukan pelanggaran dan termasuk dalam daftar black list.

Terkait pelanggaran FB ini, sempat viral di jagat maya. Yang bersangkutan dalam video di media sosial nampak sebagai salah satu pendaki yang menjajal keindahan Rinjani.

Kata Teguh, di-blacklist-nya FB lantaran ada yang janggal dalam proses check in dan check out-nya. Diduga yang bersangkutan membeli dua tiket pendakian dengan durasi pendakian selama 4 hari.

Jika FB membeli dua tiket, jelasnya, seharusnya yang bersangkutan di hari kedua sudah turun check out terlebih dulu. Baru setelah itu, yang bersangkutan bisa check in lagi.

"Tapi ini tidak, di hari ketiga dia check in oadahal masih di atas. Baru kemudian di hari keempat dia check out," ucapnya.

Terhadap pelanggaran ini, FB yang juga musisi dan penulis buku ini diberikan tindakan tegas. Yang bersangkutan masuk daftar black list bersama 1.906 pendakiainnya.

Kendati sudah mem-blacklist ribuan pendaki, jelasnya, ada 11 orang yang telah dibuka blokir black list-nya. Dibukanya blokiran itu lantaran 11 pendaki tersebut telah memberikan konfirmasi terhadap TNGR.

Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan reaktivasi pendakian Di Jani tahap kedua. Dalam usulan tersebut kemungkinan akan ditambah jumlah kuota pendakian.

Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, TNGR disebutnya belum punya rencana menutup wisata pendakian. Karena itu, koordinasi terkait rencana tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Biasanya, jelasnya, pendakian berlangsung hingga Desember. Setelah itu, ada jeda istirahat dari Januari hingga Maret. Lalu berikutnya di bulan April kembali dibuka pendakian

"Tehadap kemungkinan ditutupnya pendakian selama musim hujan ini, nanti kami koordinasikan dengan kepala balai," ucapnya. 

(jl)

Posting Komentar

0 Komentar