728x90

ad

Puting Beliung dan Hujan Es Sapu Dua Kecamatan di Lotim

PANGKAS: Tim gabungan soga darurat bencana memangkas dan membersihkan pohon-pohon ya g tumbang selepas puting beliung.

SELONG
--Hujan deras dengan butiran beku mirip es disertai angin puting beliung menyapu dua kecamatan di Lombok Timur sekitar pukul 14.30 wita. Hal demikian dialami warga di wilayah Kecamatan Sikur dan Montong Gading, Minggu (22/11).

"Tidak ada korban jiwa dan luka-luka pada bencana alam ini, tapi dampaknya membuat puluhan rumah rusak," sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik melalui Kasi Penyelamatan dan Evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L Masri Habibulah, Senin (23/11).

Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya yakni rusak ringan (RR) 15 unit, rusak sedang (RS) 3 unit dan rusak Bberat (RB) 12 unit.

Kecamatan Sikur terdampak 13 rumah yakni masing-masing, Khairil Anwar dengan kondisi RB 4 jiwa, Suparman RR 5 jiwa, Saparwadi RR 3 jiwa, Muriadi RB 4 jiwa. Berikutnya, Hariadi RR 4 jiwa, Azanhari RR 3 jiwa, Bq Murtiasih RB 3 jiwa, Y Ahmad RB 4 jiwa, L Mukti RB 4 jiwa dan Inaq Fatmah RR 4 jiwa. 

Sementara tambahan lainnya di Marang Selatan yakni, H Anwar RB 2 jiwa, Yusriadi RR 4 jiwa dan Inaq Abdullah RB 2 jiwa.

Sementara di Kecamatan Montong Gading rumah yang terdampak 17 unit. Rinciannya yakni Dedy Kurniawan 4 jiwa dengan kondisi RB di Desa Pringgajurang, Abdul Hayi umur 30 tahun Desa Pringgajurang RS, Drs Haji Supli umur 50 Tahun RS. Berikutnya, Ruslan umur 50 tahun RR, TGH H Ihsan umur 45 tahun RR, Siti Hamdallah umur 50 tahun RR, Mustaan umur 40 tahun RR.

Korban lainnya yakni, Mahmud umur 60 tahun RB, Salman umur 52 tahun RB, Hasbullah umur 38 tahun RR, Mas'ud umur 59 tahun RB, Adnan umur 50 tahun RR. Selain itu, korban lainnya yakni Hawariah umur 45 tahun RR, Hidayatul Hadi umur 30 ahun RR, H Mujahidin Masri Uumur 39 tahun RR, Supardi umur 50 tahun RS dan Maanan umur 60 tahun RR.

Sementara itu, upaya penanganan yang dilakukan pihaknya dengan langsung turun mengecek lokasi dan asesment. Pihaknya juga membersihkan material pohon tumbang dan atap bangunan yang roboh. 

Selain itu, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Tagana, Pol PP, Polmas, Pemdes dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). 

"Kebutuhan mendesak para korban, masih dalam proses pendataan," sebutnya.

Ia mengimbau pada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat sedang terjadi hujan disertai angin kencang. Model hujan seperti ini disebutnya berpotensi menimbulkan bencana sewaktu-waktu.

Hal demikian pun sesuai berdasarkan SK Bupati Lombok Timur Nomor : 188.45/566/BPBD/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta akan adanya dampak lain pohon tumbang dan sambaran petir. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar