Jejak Terkini

Ngeri, 28 TKI Lotim Pulang Tak Bernyawa

WAWANCARA: Kabid Tenaga Kerja Disnaker Lotim, Hirsan, saat diwawancarai awak media.

SELONG
--Kasus penanganan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Lombok Timur belakangan ini cukup banyak. Baru-baru ini tercatat sebanyak 28 orang TKI dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia.

"Hingga saat ini kasus yang meninggal sebanyak 28 orang," ungkap Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Hirsan, Selasa (17/11).

Dalam proses pemulangan, tak jarang ia menemukan TKI dengan status ilegal. Namun begitu, status ilegal dianggapnya bukan menjadi alasan tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Bagi Hirsan, selama masih dalam status Warga Negara Indonesia (WNI), masyarakat tetap harus mendapatkan pelayanan dari pemerintah daerah. Hanya saja pihaknya tidak memiliki pos anggaran dalam menangani persoalan tersebut.

Kondisi ini disebutnya menjadi salah satu kendala. Karena itu, kedepan Hirsan berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah berupa anggaran untuk memulangkan jenazah TKI.

Untuk sementara, lanjutnya, para TKI yang meninggal dunia di negara tempat kerja, dipulangkan dengan biaya dari keluarga. Jika tidak mampu, Disnaker mengusahakan dengan membantu setengah biaya dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Kendala lainnya yakni masyarakat tidak melaporkan jika keluarganya mengalami masalah di negara penempatan. Tak heran jika pihak dinas tidak mengetahui keberadaan TKI tersebut. Alasan masyarakat seperti itu kerap kali didapati pihak saat dimintai keterangan tentang keluarganya.

Hirsan menyebut, tiga TKI yang dipulangkan minggu kemarin adalah salah satu contoh. Dua dari tiga TKI yang dipulangkan itu tidak melaporkan. Namun begitu, pihaknya tetap mencari informasi tentang identitas TKI tersebut.

"Kendala kita selanjutnya yaitu keluarga dari TKI tersebut tidak melapor, sehingga kita kadang tidak mengetahui keberadaannya," ucap Hirsan. 

Ia berharap, kedepan masyarakat memberikan informasi terkait keberadaan keluarganya jika meninggal di negara penempatan. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar