728x90

ad

Meidila Salsabila, Korbankan Uang SPP Jadi Modal Usaha, Kini Omzet Puluhan Juta

INSPIRATIF: Siswi SMKN 1 Sakra, Meydila Salsabila saat bertemu Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dan Kadikbud NTB, H Aidy Furqon di gerai miliknya.

SELONG
--Nama Meydila Salsabila tiba-tiba menjadi pusat perhatian pemerintah. Ini tidak lepas dari perjuangan siswi SMKN 1 Sakra Lombok Timur di dunia wirausaha.

Remaja berkcamata itu, nampaknya juga menjadi perhatian Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah. Di balik kegigihannya menekuni dunia wirausaha, siswi berparas manis ini kini telah sukses mengantongi omset puluhan juta rupiah.

Remaja kelahiran 14 Mei 2003 ini, kini tercatat sebagai kelas XII jurusan Agro Bisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian.

"Awal saya usaha dari kelas sebelas. Berkat ilmu dari guru yang mengajarkan saya tentang pengolahan hasil pertanian," kata Meydila Salsabila, saat ditemui disela kesibukannya, Selasa (10/11).

Jauh dari orang tua dan saat ini tinggal dengan neneknya di Rensing Sakra Barat membuatnya harus berfikir keras. Terlebih ekonomi keluarganya termasuk kondisi menengah.

Apa yang dia jalani saat ini, bebernya, berkat ilmu yang diajarkan gurunya. Ilmu yang ia dapatkan di bangku sekolah coba diterapkannya di rumah. 

Ia menceritakan, usaha yang dijalaninya yakni berjualan online seperti anak muda lainnya. Beberala barang yang dijual berupa masker kecantikan tradisional dari Pulau Sumbawa.

Untuk dapat menjalankan usahanya itu, dara cantik ini mengorbankan uang SPP sekolahnya. Buntutnya ia harus menunggak di sekolah tempatnya belajar.

"Saya korbankan uang SPP Rp 400 ribu sebagai modal awal," beber remaja yang akrab dipanggil Dila itu.

Ia mengakui tak ada tambahan modal lainnya. Lantaran itu ia harus dapat mengatur keuangan sedimikian rupa. Salah satu cara yang ia lakukan dengan melakukan saving (menyimpan) hasil jualan.

Dari saving itulah sekarang ia dapat membuka cabang-cabang baru. Kendati ia tak merincikan berapa cabang yang tengah ia kelola. Barang yang ia jual awalnya hanya laku beberapa buah sekarang ia sudah laku sampai 50 caps perhari.

Usaha yang dijalani itu, diakuinya belum satu tahun. Namun, sudah memiliki omset Rp 500 ribu perharinya.

"Penghasilan kurang lebih lah 500 ribu perhari," ujarnya.

Tak berhenti di situ, setelah merasakan sukses berjualan masker, ia saat ini membuka cabang usaha baru yakni dengan mmebuat satu gerai tempat berjualan boba. Gerai itu ia buat dengan modal Rp 6 juta. Modal itu berasal dari saving selama ini.

Di cabang usahanya itu, remaja kelas XII itu saat ini memiliki dua karyawan. Yang merupakan tak lain merupakan kakak kelasnya di SMKN 1 Sakra.

Dari dua cabang usaha yang tengah ia geluti, saat ini omsetnya tembus puluhan juta perbulan.

"Alhamdulillah sekarang pendapatan kurang lebih Rp 10 juta perbulan. Dan syukurnya lagi orang tua mendukung langkah saya," ucapnya sambil tersenyum simpul.

Dia mengtakan, ingin membuka mencoba dunia usaha lainnya. Salah satunya yakni usha kue setelah lulus sekolah.

Ia mengakui, saat ini sudah sedikit kualahan mengatur waktu antara usaha dan belajar. Lantaran di sekolah ia dipercayakan menjadi tutor sebaya bagi adik kelasnya untuk mengolah produk tempat ia mengenyam pendidikan itu.

Berkat kerja kerasnya itu, ia mendapatkan penghargaan dari Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan NTB.

"Kemarin ini Alhamdulillh dapat penghargaan sebagai interpreneur muda usia sekolah," ujarnya.

Kepala SMKN 1 Sakra, Ahmad Suhamka mengatakan, Dila termasuk siswa yang fokus dan berprestasi di sekolah. Ia dipercaya sebagai tutor sebaya bagi adik-adik kelasnya. 

"Kita support dengan memberikan tempat membangun gerai di depan sekolah. Bila juga alhamdulillah saat ini dapat membantu ekonomi orang tuanya," tandasnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar