728x90

ad

Bagian dari Jati Diri, Permainan Tradisional dalam Bayang Kepunahan

MASIH DIMAINKAN: Permainan rakyat gansing masih ditemukan dan dimainkan hingga kini. 

SELONG
--Permainan tradisional saat ini sudah mulai jarang ditemukan. Tidak sedikit dari generasi saat ini malah tidak mengetahui sama sekali jenis permainan-permainan yang ada.

Beberapa jenis permainan tradisional yang masih bisa ditemukan saat ini sebut saja seperti gansing, selodor, benteng, kaleng (peta umpet, red) dan lain sebagainnya. 

Sekretaris Karang Taruna Teguk, Desa Suwangi Timur, Kecamatan Sakra Lombok Timur, Dedi Agus Satria mengakui, saat ini permainan tradisional tengah dalam ancaman kepunahan. Salah permainan tersebut yakni gansing.

"Jika dilihat anak sekarang senang dengan permainan modern," kata Dedi Agus Satria, Jum'at (14/11).

Permaianan tradisional disebutnya saat ini tengah dalam ancaman. Penyebabnya lantaran keberadaan permainan yang mudah diakses. Di lain sisi dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Beda dengan permainan tradisional, jika ingin mendapatkan atau memainkannya harus melalui proses pembuatan.

Namun, menurut Dedi, membiarkan permainan itu punah sama halnya dengan menghilangkan kepribadian bangsa. Sebab tak jarang permainan ituntercipta dari kebiasaan yang memiliki nilai filosofis.

"Permainan tradisional ini harus segera dimaayarakatkan kembali. Apalagi di tengah kegalauan pendidikan saat ini yang memaksa kita tetap tinggal dirumah," ujarnya.

Kedepan ia bersama pemuda setempat akan menjadikan permainan tradisional ini sebagai salah satu event tahunan. Yang nantinya akan mengajak pemerintah khusus Pemdes untuk berbuat.

Terlebih setiap sore masih nampak masyarakat memainkan permainan tradisional. Dimana ini salah satu cara memperkenalkan budaya dan permainan tradisional ke generasi selanjutnya.

"Saya ada niatan akan membuat membuat event tahunan, untuk mempertahankan jati diri," ucapnya.

Anggta Remaja Masjid Desa Suwangi Timur, Saipul Afriadi mengatakan, dirinya mengaprisiasi jika hal ini dapat terealiasasi. Sebab hal ini penting bagi jati diri, khususnya daerah sendiri.

"Kita dukung program itu, ini sebagai salah ara pertahankan budaya kita," tandsnya pria yang akrab dipanggil Kempuq itu. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar