Jejak Terkini

5 Madrasah Negeri di Lobar Laksanakan Simulasi Tatap Muka

SIMULASI: Kepala Kemenag Lobar, H Jalalussayuthy saat memantau pelaksanaan simulasi. Elajar tatap muka.

GERUNG
–Dari tujuh madrasah negeri di Lombok Barat (Lobar), lima diantaranya telah mengantongi izin melaksanakan simulasi belajar tatap muka yang dimulai hari ini. 

Diantaranya, MAN 1 Lombok Barat, MTSN 1 Lombok Barat, MTSN 2 Lombol Barat, MIN 1 di Langko, Lingsar, kemudian MIN 2 di Sesela, Gunung Sari. Sementara untuk MTSN 3 dan 4 belum bisa melaksanakan simulasi tatap muka lantaran terdapat beberapa item syarat yang belum terpenuhi. 

"Secara kesiapan guru-gurunya sudah siap, namun ada beberapa item yang belum terpenuhi. Makanya kita belum bisa berikan simulasi," ungkap Kepala Kemenag Lobar, H. Jalalussayuthy, Selasa (17/11). 

Pola simulasi sendiri dilakukan secara bertahap dengan menerapkan sistem shift. Sehingga selama satu minggu pelaksanaan simulasi ini, untuk yang MTS, per angkatan akan melakukan simulasi selama 2 kali dalam seminggu. 

"Dengan sistem shift untuk yang MTS kelas VII dulu hari ini, kemudian besok kelas VIII dan lusa kelas IX dan itu berulang selama seminggu," terangnya. 

Sementara untuk yang jumlah siswanya besar, seperti MAN 1 dan MTSN 1, dilaksanakan dengan sistem shift per kloter maksimal 2 jam perharinya. 

"Itu nanti misalnya kelas IX masuk jam 8 pagi sampai jam 10 pagi, kemudian nanti shift ke-duanya masuk pukul 10:30 sampai pukul 12:00 karena maksimal kan dua jam setengah paling lama untuk tatap mukanya," tandasnya. 

Untuk uji coba pertama ini, kata dia, akan dilaksanakan sampai Sabtu mendatang. Apabila dalam simulasi ini tidak ditemukan kendala yang berarti, maka pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan. Menyusul madrasah-madrasah dalam hal ini yang swasta di wilayah Lombok Barat untuk melakukan simulasi berikutnya. 

"Untuk madrasah swasta, nanti rencana akan kita ajukan perizinannya ke tim covid-19 hari Kamis," imbuhnya. 

Sejauh ini, sudah ada beberapa madrasah swasta termasuk pondok pesantren yang telah siap dan memenuhi persyaratan protokol covid-19. Mereka ini siap melaksanakan simulasi tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan mulai pekan depan. 

"Kita selesaikan percobaan di madrasah negeri ini dulu sampai tanggal 21 (Sabtu) besok," akunya. 

Pihak Kemenag pun telah mengajukan daftar nama-nama yang mengajukan simulasi ke tim covid-19. Tujuannya, guna dapat memudahkan mereka untuk melakukan pengawasan. 

Ini karena pelaksanaan simulasi tersebut harus melihat kelengkapan peralatan kesehatan pencegahan covid-19,  izin dan pengawasan tim covid kabupaten. Selain itu, izin dari orang tua siswa, serta persetujuan dari siswa itu sendiri untuk melaksanakan simulasi tersebut. 

"Kalau ada anak yang merasa ndak siap, ndak apa-apa dia ndak ikut simulasi, ada yang orang tuanya juga tidak memberi izin, ya kita biarkan dan itu juga tidak masalah. Karena ini masih simulasi," katanya.

Dia menyebut, bahwa pihaknya menargetkan supaya pada akhir Desember nanti semua madrasah termasuk Ponpes di Lombok Barat sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara merata. (and)

Posting Komentar

0 Komentar