Viral, Oknum Pelaku Wisata Buang Sampah di Kawasan TNGR

DIHUKUM: Terduga oknum pelaku pembuang sampah dihukum dengan kembali memunguti sampah yang dibuang di kawasan hutan TNGR.

SELONG
--Jagat maya dihebohkan dengan ulah oknum pelaku pariwisata yang membuang sampah sembarangan di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Lewat akun Facebooknya, Minggu,(25/10), Royal Sembahulun mengunggah sebuah mobil pikup berwarna hitam yang tengah parkir. Mobil itu bersama salah seorang awak yang menumpanginya dipaksa memungut sejumlah kantung sampah plastik berwarna hitam.

Mobil bersama awak yang menumpanginya rupanya kepergok membuang sampah di kawasan hutan. Secara kebetulan aksi tersebut ditemukan langsung oleh Kepala Balai TNGR, Dedy Asriyadi dan Rio Wibawanto, Kepala Seksi 2 BTNGR.

Dari temuan itu, Dedy kemudian memaksa yang bersangkutan kembali memunguti sampah-sampah yang dibuangnya.

Dari unggahan itu diketahui bahwa oknum pelaku pembuang sampah diduga merupakan salah seorang pelaku wisata. Ini karena di mobil pikup yang digunakan bertulis Pondok Rinjani Bu Sita Villa & Restoran Sembalun.

Menariknya, di lokasi pembuangan sampah itu, kawasan hutan TNGR dipenuhi sampah yang terserak. Kontan postingan ini mengundang reaksi amarah dari warganet.

Dalam foto yang disebar itu, Royal seolah menggugat absennya pemerintah. Dengan kalimat bertanya, ia menulis seharusnya hotel dan restoran nakal ditutup saja. Hanya saja kewenangan itu disebutnya ada pada pemerintah.

Ia juga menyentil lalainya dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim. Sentilan juga dilayangkan kepada pemerintah desa setempat.

Kepada Dinas LHK Lotim ia mempertanyakan terkait ada tidaknya rencana membuat regulasi terkait penanganan limbah khusus hotel dan restoran. Sementara terhada pemerintah desa, ia berharap harus ada regulasi berupa peraturan desa (perdes) yang mengatur masalah yang sama.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, H Mugni yang dihubungi melalui sambungan WhatsApp mengaku masih sedang rapat. Lewat pesan yang dikirimkan kepada JEJAK LOMBOK, ia mengaku belum tahu kronologis peristiwa tersebut.

"Jadi belum ada tanggapan," tulisnya singkat.

Begitu juga dengan Kepala Dinas LHK Lotim, H Marhaban. Sebelum berita ini diturunkan, yang bersangkutan sempat dihubungi lewat nomor ponsel miliknya. Bahkan ketika dikirim pesan singkat lewat WhatsApp, masih hanya centang satu. 

Sementara itu, Kepala BTNGR Dedy Asriadi mengatakan, masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Pihaknya tidak ingin jika ada warga membuang sampah sembarangan.

Terhadap pelaku pembuang sampah, Dedy mengaku sudah memanggil yang bersangkutan. Pelaku diperingati terkait ulahnya yang tidak baik terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan.(jl)

Posting Komentar

0 Komentar