Jejak Terkini

Demonstran Sempat Ditangkap, Semua Elemen Kompak Bersihkan Sampah

DIKEMBALIKAN: Salah seorang demonstran dikembalikan oleh Kapolresta Mataram, Kombespol Guntur Herditrianto ke barisan rekan-rekannya setelah sebelumnya diamankan.

MATARAM
—Unjuk rasa aliansi mahawasiswa dan buruh se-NTB menolak pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD NTB berlangsung relatif kondusif. Aksi unjuk rasa itu juga menyisakan cerita menarik.

Salah seorang demonstran sempat diamankan setelah sebelumnya massa aksi melempari aparat. Suasana juga memanas dengan aksi mendorong pintu gerbang Kantor DPRD.

Diamankannya salah seorang demonstran setelah sebelumnya yang bersangkutan dianggap sebagai provokator. Namun massa aksi yang tidak terima dengan diangkutnya salah seorang kawan mereka, justru menuntut agar segera dilepaskan.

Sedikitnya sekitar setengah jam demonstran yang dianggap provokator itu di bawah kendali aparat kepolisian. 

Beruntung, Kapolresta Mataram, Kombes Guntur Herditrianto yang langsung mengawal jalannya aksi memilih cara humanis dalam mengawal aksi tersebut. Berkali-kali ia terlibat berdialog dengan demonstran agar berlangsung tertib.

Begitu juga ketika salah seorang demonstran diamankan. Ia meminta anak buahnya segera mengembalikan yang bersangkutan berkumpul kembali bersama rekan-rekannya.

Setelah unjuk rasa yang berlangsung hampir 6 jam, sebelum membubarkan diri, mahasiswa bersama TNI/Polri memungut dan membersihkan sampah di sekitar Jalan Udayana.

Petugas dan mahasiswa secara sukarela membersihkan sampah. Beragam sampah yang berserakan langsung dikumpulkan. Mulai dari botol bekas air mineral dan bungkusan sampah plastik.

Sampah-sampah tersebut lalu ditaruh dan dikumpulkan menggunakan kantung plastik dan karung.

"Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari teman-teman mahasiswa. Unjuk rasa berjalan kondusif dan kita sama-sama membersihkan sampah,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto, Kamis (8/10). 

BERSIH-BERSIH: Demonstran dan pasukan TNI/Polri membersihkan sampah bekas unjuk rasa.

Unjuk rasa secara keseluruhan berjalan kondusif. Peserta aksi secara bergantian menyampaikan aspirasinya menolak UU Cipta Kerja disahkan. 

Puncaknya sekitar pukul 16.00 Wita. Massa aksi ditemui oleh Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda. 

Dalam kesempatan itu, Isvi menyatakan kesiapannya menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan berbagai elemen masyarakat. Ia tidak menampik dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja itu menimbulkan berbagai gejolak di lapisan masyarakat.

Pengesahan RUU ini dinilsi dapat berakibat instabilitas di daerah. Terlebih menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dan ditengah upaya bersama menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Sikap dan jawaban DPRD NTB itupun disambut cukup puas oleh peserta aksi. Karena DPRD mengakomodir aspirasi peserta aksi untuk diteruskan ke pemerintah pusat. 

Setelah unjuk rasa selesai, Guntur mengimbau mahasiswa dan peserta aksi kembali ke rumah dengan tertib. Polwan dan petugas kepolisian lainnya mengimbau masa aksi.

Tak tinggal diam, jajaran TNI yang ada di lokasi juga melakukan hal serupa. Sembari itu, mereka juga bahu mbahu membersihkan sisa sampah bekas unjuk rasa.

"Kami mengimbau untuk segera pulang. Karena tidak baik juga berkumpul di satu lokasi lebih baik pulang ke rumah masing-masing,’’ pintanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar