Jejak Terkini

Forum BPD Minta Insentif dan Biaya Oprasional Dinaikkan

HEARING: Anggota BPD Lotim menggelar hearing dengan Dinas DPMD setempat.

SELONG--Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Lombok Timur menuntut insentif dan biaya operasional mereka dinaikan. Tuntutan ini mengemuka di ruang Sekda, Rabu (9/9).

Ketua Forum BPD Lotim, Deni Rahman mengatakan, harus ada perubahan di tahun-tahun berikutnya terkait insentif dan operasional yang mereka terima. Tuntutan ini mengacu pada aturan BOP yang dibatasi Rp 5 juta.

"Lewat peraturan Bupati ada klausa pasal yang tidak membatasi BOP. Mungkin 2 persen dari seluruh anggaran desa atau 5 persen dari dana desa, tapi jangan dibatasi," ungkapnya, Rabu (9/9).

Biaya oprasional BPD, disebutnya sangat terkait dengan kinerja. Belum lagi biaya oprasional dibatasi dengan hanya nominal Rp 5 juta.

"Kita melakukan pengawasan butuh anggaran  dan kita penerapan aspirasi butuh dana. Jika dibatasi, apa yang mau dikerjakan sama BPD," tanyanya.


Deni Rahman meminta kepada bupati setidak-tidaknya dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) merubah bunyi Perbub itu. BOP jangan sampai dibatasi Rp 5 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa (PMD), M Haeri mengatakan, gaji BPD akan dinaikkan pada 2021 mendatang.

"Tinggal 4 bulan akan datang tahun 2021 Insyaalloh  kami akan naikkan gaji," sebutnya.

Persoalan yang kini dihadapi para BPD diharap bisa diselesaikan baik-baik. Ia memastikan ruang diskusi di instansi ya g dipimpinnya tetap terbuka. (cr-zaa) 


Posting Komentar

0 Komentar