Jejak Terkini

Isi Minim Kunjungan, Lobar Gelar Uji Kompetensi Pekerja Pariwisata

UJI KOMPETENSI: Kepala Dispar Lihat, H Saepul Ahkam saat menghadiri uji kompetensi pariwisata.

GERUNG--Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar) H. Saepul Akhkam  membuka kegiatan uji kompetensi pekerja di bidang pariwisata. Kegiatan ini digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bina Kompetensi di Hotel Puri Sharon, Senggigi, Kamis (27/8).

Akhkam menyambut baik kegiatan ini. Ia mengapresiasi LSP Pariwisata Bina Kompetensi yang menjadi penyelenggara. Apresiasi juga diberikan kepada pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang sudah memfasilitasi uji kompetensi tersebut.

Ia tidak menampik jika di masa pandemi saat ini angka okupansi  hotel masih minim. Namun LSP bisa melaksanakan kegiatan ini.

Menurut Akhkam, upaya ini menjadi sangat berarti sebagai persiapan kepariwisataan di Lombok Barat dalam situasi Covid 19. Terlebih saat ini kondisi semua daerah dalam kondisi "back to zero". 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, kami berterimakasih kepada Kementerian Pariwisata dan Bu Made (Made Orti Direktur LSP, red) yang memfasilitasi dan menyelenggarakan  kegiatan sertifikasi ini, meski dalam situasi seperti ini,” serunya.

Usai dibukanya kegiatan ini, Direktur (LSP) Pariwisata Bina Kompetensi Ni Made Orti, menjelaskan kegiatan uji komptensi ini akan dilakukan selama  dua hari. Hari pertama akan diiikuti 71 peserta, sedangkan untuk esok hari, sebanyak 35 peserta. 

Total peserta sebanyak 106 peserta. Para peserta ini berasal dari perwakilan beberapa hotel yang  ada di Pulau Lombok.

LSP Pariwisata Bina Kompetensi sudah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta dengan asesor yang bernaung di LSP yang  sebanyak 25 dari kalangan industri pariwisata, dan para  akademisi.

“Kami memberikan sertifikat kepada pekerja pariwisata karena kami sudah dipercaya oleh BNSP dan bekerja sama dengan kementerian Pariwisata. Untuk LSP di Lombok ini,  lisensi kami terbit tahun 2017, dan sudah mnegeluarkan sertifikat sebanyak 1600 sertifakat. Untuk tahun 2020 ini LSP akan mengeluarkan sebanyak 600 sertifikat uji kompetensi,” ungkap NI Made.

Teknisnya, kata Ni Made, sebelum uji kompensi ini dilakukan, para peserta lebih dahulu mengisi permohonan kompetensinya kemudian diverifikasi oleh asesor. Peserta akan melewati tahapan-tahapan uji kompetensi seperti uji wawancara serta tahapan akhir yakni uji praktek sebagai penentu kemampuan para peserta.

Pejabat dari Direktorat Pengembangan SDM Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Catur Wibowo yang berkesempatan hadir mengatakan, sertifikat uji kompetensi ini memiliki level setara dengan ijazah. Mulai dari level satu sampai sembilan.

Untuk sertifikat level dua setara dengan Ijazah SMA,  level tiga setara dengan D3, level empat sampai lima setara dengan S1.

Kementerian Pariwisata disebutnya sudah mengeluarkan sertifikat sekitar 500-an se-Indonesia sampai tahun ini. Bahkan rencananya di tahun ini Kemenpar akan memberikan total 1.500  sertifikat .

“Kegiatan ini  sebenarnya mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2012 di mana semua pegawai di bidang pariwisata harus memiliki sertifikat uji kompetensi. Baik bagi warga Negara Indonesia maupun warga asing,” katanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar