728x90

ad

Yuk, Ikuti Panduan IDAI untuk Anak di Luar Rumah

JAGA MEREKA: Sangat penting menjaga anak-anak saat berada di luar rumah dari wabah virus Corona.
MATARAM--Keputusan pemerintah mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti dibukanya kantor serta tempat beraktivitas lainnya menjadi salah satu perhatian dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Melalui surat keputusan pengurus pusat, IDAI mengeluarkan anjuran kepada keluarga ataupun pengasuh anak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya guna melindungi anak-anak dari penyebaran wabah pandemi virus corona.

"Memandang perlu untuk mengingatkan masyarakat luas untuk tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat dengan penuh kesadaran untuk mencegah penularan infeksi virus corona," kata dr. Aman B. Pulungan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6).

Dalam anjurannya, IDAI tetap mengutamakan agar anak tidak dibawa keluar rumah melakukan aktivitas apapun. Sebaiknya semua aktivitas disarankan tetap dilaksanakan di dalam rumah.

Disamping itu, dr. Aman menyampaikan setiap penghuni rumah yang didalamnya terdapat anak-anak diminta membersihkan diri dan pakaiannya serta setiap barang yang dibawa dari luar rumah. Ini penting dan harus melalui proses pembersihan jika dimasukkan ke dalam rumah.

"Setiap orang yang kembali dari aktivitas di luar rumah wajib melepas dan membersihkan semua pakaian serta perangkat yang digunakan atau dibawa baik itu alas kaki, telepon genggam, tas, jaket, kantung belanja, ataupun yang lainnya," jelasnya.

IDAI juga mengimbau orang tua dan keluarga tidak membawa anak-anak ke tempat umum. Sebut saja seperti taman pusat rekreasi pusat perbelanjaan atau berkumpul membentuk kerumunan seperti tempat bermain tempat penitipan anak kursus dan sebagainya.

Jika anak terpaksa dibawa keluar rumah dalam keadaan mendesak maka anak harap selalu didampingi orang tua atau pengasuhnya. Anak tetap harus menjaga jarak fisik sejauh 2 meter.

Anak usia 2 sampai 18 tahun dan orang dewasa dianjurkan menggunakan masker. Jika dirasakan penggunaan masker tidak bisa dilakukan secara maksimal, dapat ditambahkan penggunaan pelindung wajah.

"Menggunakan penghalang sesuai alat yang sedang dipakai saat berpergian. Seperti menggunakan kereta dorong dengan penutup pada anak di bawah usia 2 tahun. Menjauhi orang yang sakit melakukan cuci tangan atau kebersihan tangan sesering mungkin menghindari memegang mulut mata dan hidung," kata dr. Aman.

Ia juga mengingatkan, penggunaan masker dan alat pelindung diri lainnya tidak serta-merta mencegah infeksi virus corona. Ia menegaskan bahwa perlindungan terbaik saat ini adalah mencegah kemungkinan infeksi dengan tetap berada di rumah.

"Demikian kami sampaikan, semoga kita semua tetap sehat dan terhindar dari penularan penyakit di masa pandemi ini," tutupnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati mengatakan, sangat penting menerapkan protokol kesehatan. Bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Alhamdulillah semua anak-anak sudah pakai masker, semua sudah tau kan ya? Ada sesuatu yang tidak terlihat tapi bisa sakit. Pesan bunda kepada anak-anak adalah sering cuci tangan, pakai sabun dan jangan lupa pakai masker," ungkapnya saat berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Desa Sigerongan, Lombok Barat.

Niken menjelaskan, cara mencuci tangan yang benar dan waktu-waktu yang tepat untuk cuci tangan di tengah pandemi ini. Misalnya sebelum makan, keluar kamar mandi dan main-main harus cuci tangan. Begitu juga sebelum tidur juga harus cuci tangan.

Ia juga meminta kepada anak-anak yang ada di LKSA tetap menerapkan protokol kesehatan dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Selain itu, ia juga memberikan semangat kepada anak-anak yang ada di LKSA tersebut untuk tetap belajar dengan giat dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa khususnya NTB.

"Anak-anak yang ada di sini harus bersekolah dengan baik ya, agar cita-citanya dapat tercapai. Insyaallah anak-anak kalau sudah besar, cita-citanya terwujud, kuncinya adalah rajin brlajar," tuturnya.

Kepala Dinas Sosial NTB, H. Akhsanul Khalik yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa LKSA adalah salah satu lembaga yang amat penting. Ini karena LKSA adalah tempat bernaung anak-anak yang akan berperan besar bagi masa depan bangsa.

"Anak-anak adalah kehidupan daerah dan bangsa ini kedepan. Saya mengajak semua pihak memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di NTB, mulai dari keluarga masing-masing, dan terhadap anak-anak yang kurang beruntung seperti di Yayasan Peduli Anak," tuturnya.

Khalik juga berpesan kepada semua pihak untuk tetap memberikan perhatian kepada lembaga yang menjadi tempat dididiknya anak-anak masa depan bangsa ini. Tak lupa juga ia menyampaikan terima kasih kepada semua  pengurus LKSA yang telah menjadi pejuang memberikan yang terbaik bagi anak-anak NTB.

Sementara itu, Ketua LKSA Peduli Anak, Nurdiana mengungkapkan, LKSA ini menaungi 150 anak yang mana 90 diantaranya tinggal di lembaga itu. Usia anak-anak binaan di LKSA mulai dari tingkatan pendidikan TK hingga perguruan tinggi.

LKSA ini memiliki fasilitas pendidikan berupa PAUD, SD, dan SMP serta memiliki 14 gedung asrama. LKSA ini juga dilengkapi dengan tempat bermain anak, pusat olahraga dan juga kebun organik. LKSA ini adalah LKSA satu-satunya LKSA dengan akreditasi A di NTB dan peringkat 15 di Indonesia.

Acara ini diakhiri dengan berkeliling LKSA, pemberian masker dan bantuan paket sembako kepada anak-anak yang berada di LKSA tersebut. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar