Jejak Terkini

Mangku Sakti, Legenda Titisan Pertapa Budiman

TITISAN PERTAPA: Air terjun Mangku Sakti dalam tradisi bertutur masyarakat Desa Sajang diyakini sebagai titisan seorang pertapa sakti.
SELONG--Alkisah di masa lalu, hiduplah seorang pertapa budiman di lereng kaki Gunung Rinjani. Kesaktiannya tersohor ke segala penjuru.

Laki-laki dengan kekuatan supranatural luar biasa itu mendermakan hidupnya untuk kebaikan. Ia ringan tangan dan sering membantu masyarakat di sekitarnya.

Dalam keadaan tertentu, bila ada masyarakat yang dihampiri binatang buas. Sosok sakti mandraguna itu akan turun tangan mengulurkan bantuan. Demikian juga ketika ada masyarakat yang diganggu makhluk halus, ia pula yang tangani.

Kecakapannya menangani hal-hal gaib rupanya membuat pria ini dinisbatkan nama Mangku (penjaga, Red). Ia seolah menjadi penjaga bagi masyarakat dari gangguan-gangguan di luar kendali kemampuan masyarakat kala itu.

Kendati memiliki kemampuan luar biasa, dalam kesehariannya, mangku itu hidup bersahaja. Ia menempuh cara hidup paling sederhana.

"Karena kemampuan dan caranya membawa diri inilah Sang Mangku dihormati dan disegani masyarakat," tutur pelaku pariwisata Desa Sajang, Hajrul Fahmi, beberapa waktu lalu.

Tentang kisah mangku ini, jelasnya, masih terus hidup di tengah-tengah masyarakat Desa Sajang, Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Folklore itu hingga kini diwariskan turun-temurun.

Legenda ini, jelasnya, bertautan erat dengan nama Air Terjun Mangku Sakti di desa tersebut. Air terjun yang terbentuk dari rangkaian struktur padas ini tidak lain demi mengenang kebaikan sang mangku selama hidupnya.

Dalam tradisi bertutur warga setempat, terang Hajrul, mangku tersebut kerap kali napak tilas di air terjun tersebut. Tak jarang pula ia bertapa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan lamanya.

Sang Mangku menjadikan air terjun ini sebagai tempat menyendiri dan berkontemplasi. Bahkan, dalam tradisi bertutur warga, di air terjun inilah tempat sang mangku mengembuskan nafas terakhirnya.

Sepeninggal sang mangku barulah kemudian air terjun ini ditemukan warga. Tak heran jika bentuk permukaan air terjun ini diyakini menyerupai penjelmaan wajah lelaki budiman tersebut yang sedang tersenyum.

Terlepas dari legenda dan mitos yang membumbui keberadaan air terjun ini, Mangku Sakti punya pesona tersendiri. Air yang dialirkan dari tumpahannya berwarna kebiruan. Konon ini disebabkan karena adanya campuran sulfur.

"Pendapat ini bisa jadi mendekati kebenaran. Karena aliran airnya langsung dari Gunung Rinjani," ucap Hajrul.
Pesona itu ditambah pula susunan curug yang alami. Pada aliran dan dinding air terjun ini dibalut pula bebatuan padas yang kokoh.

Di air terjun ini, pengunjung dapat merasakan deburan tumpahan air sekaligus merendamkan tubuh. Persis di bawah tumpahannya didapati kolam berbentuk sangat unik.

"Kolamnya terbentuk dari bebatuan cadas yang berada di sekitarnya dengan luas sekitar 15 meter persegi. Kedalamannya 2 sampai 4 meter," ucapnya.

Mengingat bentuk dan struktur air terjun ini, wisatawan yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati berendam. Wisatawan juga bisa merasakan sensai lompat dari ketinggian.

"Karena bentuk air terjun ini sangat memungkinkan untuk jumping," ucapnya.

Untuk sampai ke lokasi harus berjalan kaki. Dibutuhkan jarak sekitar 4 kilo meter jika dihitung dari tempat parkir kendaraan.

Pengunjung juga harus ekstra hati-hati dikarenakan jalurnya yang curam. Diharapkan juga untuk memperhatikan tanda penunjuk arah yang telah disediakan. Sesampai di lokasi agar berjalan dengan hati-hati lantaran banyak bebatuan yang licin. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar