Iklan

terkini

Kekeringan Meluas di Lombok Timur, BPBD Minta Masyarakat Hemat Air dan Melapor Jika Butuh Pasokan

Jejak Lombok
Tuesday, August 18, 2026, Tuesday, August 18, 2026 WIB Last Updated 2026-08-18T05:07:52Z



jejaklombok.com -- Bencana kekeringan di Kabupaten Lombok Timur mulai meluas ke sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas sedang (moderat).

‎Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Mulyadi kepada awak media, selasa (18/8).

‎Dia menjelaskan, puncak musim kemarau di wilayah ini diperkirakan berlangsung sejak akhir Agustus hingga September.

​Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya ada empat kecamatan terdampak yang menjadi fokus penanganan, yaitu Jerowaru, Suela, Montong Gading, dan Pringgabaya.

​Kondisi pasokan air bersih cukup mendesak di beberapa lokasi, seperti di Desa Sekaroh dan Desa Seriwe (Kecamatan Jerowaru). 

Kebutuhan di wilayah tersebut saat ini mencakup mencakup Dusun Teluk Dalam, Ujung Ketangga, hingga Tanta-Kantak mencapai sedikitnya 25.000 liter yang didistribusikan dua kali dalam seminggu. 

Selain itu, wilayah lain seperti Desa Perigi, Dusun Kuang Selimun, hingga Dusun Keselet di Desa Pringga jurang Utara juga dilaporkan mulai mengalami kelangkaan air bersih.

​Distribusi Pasokan Air Bersih dan Sinergi Antar lembaga, untuk membantu warga yang terdampak, BPBD secara rutin mengoperasikan satu armada tangki air setiap harinya. 

Mengingat cakupan daerah yang cukup luas, BPBD juga menyinergikan penanganan bencana dengan menggandeng berbagai pihak eksternal.

​"Karena bencana kekeringan ini cukup luas, kami sudah menggandeng beberapa komunitas seperti MMI, Pelti, Balai Besar Wilayah Sungai (BWS), hingga pihak Kepolisian untuk membantu memfasilitasi penambahan armada pasokan air," ungkapnya.

​Meski skema anggaran khusus penanganan kekeringan masih dalam proses penyesuaian operasional, pihak BPBD memastikan pelayanan bantuan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan secara maksimal.

‎Lebih lanjut, Mulyadi mengh​imbau agar masyarakat hemat air untuk kebutuhan dasar ​menghadapi potensi kekeringan hingga September mendatang.

‎Ia meminta warga untuk sigap dan bijak dalam menggunakan air bersih.

​Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke pihak BPBD jika daerahnya mulai mengalami kelangkaan air. 

Selain itu, warga juga diserukan untuk memprioritaskan penggunaan air bersih hanya untuk kebutuhan dasar yang mendesak.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk hemat menggunakan air bersih dan memprioritaskan nya benar-benar untuk kebutuhan dasar, seperti untuk konsumsi minum dan memasak," tegasnya.(jl) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kekeringan Meluas di Lombok Timur, BPBD Minta Masyarakat Hemat Air dan Melapor Jika Butuh Pasokan

Terkini

Iklan