Jejak Terkini

Clean Up, Sampah Masih Banyak di Rinjani

CLEAN UP: Relawan APGI membersihkan sampah di Gunung Rinjani.

SELONG
--Keindahan Gunung Rinjani sempat ternodai karena sampah. Penyebab munculnya sampah di gunung ini tidak lepas dari ulah tak bertanggung jawab para pengunjung.

Menyadari pentingnya menjaga kebersihan Rinjani dari sampah, sebanyak 32 relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menggelar clean up atau bersih-bersih. Aksi ini dilakukan bersama sejumlah kelompok pecinta alam sejak 26-28 Desember kemarin.

Koordinator Clean Up, Kuswandi Harun mengatakan, fokus kegiatan itu membersihkan sampah yang ada di gunung. Mulai dari pos satu sampai dengan di Danau Segara Anak.

"Kita menemukan sampah dalam jumlah banyak. Jumlahnya sampai 2,10 kwintal," terangnya kepa JEJAK LOMBOK, melalui sambungan gawai seluler, Selasa (29/12).

Tragisnya dalam aksi tersebut relawan APGI dan para pencinta alam ini menemukan sampah anorganik. Beberapa jenis sampah yang ditemukan seperti plastik, botol, dan kaleng minuman.

Sebenarnya, ujar pria yang akrab dipanggil Stuk Rinjani ini, pihaknya bisa membersihkan semua areal gunung tinggi ketiga di Indonesia itu. Hanya saja, ada beberapa titik sampah yang bisa terjangkau pihaknya.

"Ada sampah yang posisinya di tebing dan curam. Itubtidak mungkin bisa kita jangkau," ucapnya.

Selain letak serakan sampah, faktor lainnya ialah kurangnya alat serta kondisi cuaca di atas gunung selama dua hari. Di hari terakhir aksi clean up, para relawan ini harus berjibaku melawan dinginnya hujan.

Dia mengatakan, ia tak bisa berlama-lama di atas gunung lantaran terbentur SOP yang saat ini berlaku. Menurutnya, setiap pendaki maksimal dua malam tiga hari berada di gunung.

Dia menjelaskan, kegiatan yang dilakukan itu dapat dibilang dadakan. Tak heran jika tidak semua anggota APGI turut terlibat.

Ke depan, imbuhnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan lagi. Pihaknya memastikan dalam kegiatan berikutnya bakal melibatkan semua kelompok pencinta alam.

Dia berharap semua menjaga kelestarian alam gunung ini agar tetap asri. Setiap pendaki juga diharap mematuhi SOP pendakian, mulai dari registrasi tiketing sampai hal lainnya.

"Semua elemen harus terlibat menjaga Gunung Rinjani agar tetap asri. Keindahan yang kita bisa lihat hari ini, juga bisa dilihat oleh anak cucu kita nantinya," harapnya.

Ketua APGI NTB, Mirzoan Ilhamdi menerangkan, selain kegiatan clean up, pihaknya juga melakukan edukasi kepada pendaki. Terutama kesadarannya akan kebersihan.

Edukasi diberikan lantaran pada kegiatan tersebut masih dapat ditemukan beberapa kelompok pendaki yang masih membuang sampah sembarang. Bahkan, ada pula dari mereka meninggalkan sampahnya di Rinjani.

Pihaknya juga mendapati beberapa pendaki yang tak mematuhi SOP pendakian. Seperti masuk melalui jalur yang belum resmi dan tidak membeli tiket.

Pria yang akrab disapa Mink ini, mendapati pula pendaki yang melebihi jumlah hari pendakian yang telah ditetapkan. Hal itu jelas melanggar aturan sejak masa pandemi.

“Hal ini harus diperhatikan oleh pihak pengelola Rinjani. Mengingat kuota pendakian Rinjani saat ini sangat terbatas. 

APGI NTB berharap, kedepannya Rinjani lebih bersih. Karena itu, bagi para pendaki bisa lebih menaati aturan-aturan atau SOP yang berlaku," ucapnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar