Jejak Terkini

Diskusi dengan BI, Ini Strategi Pariwisata Berkelanjutan yang Dipaparkan Wagub

DISKUSI: Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah saat berdiskusi deng pihak BI terkait strategi pariwisata.

MATARAM--Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djallilah memaparkan sejumlah strategi pemerintah dalam membangun pariwisata berkelanjutan di NTB.

Dalam diskusi virtual bersama Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI), ia menjelaskan ada 3 strategi dan langkah yang dilakukan Pemprov NTB. Pertama, persiapan dengan mengambil langkah taktis sejak dini. Kedua, reposisi menuju destinasi pariwisata berkelanjutan.

"Ketiga engaging, menjadikan momen yang tepat untuk membangun kerinduan akan berwisata," ujarnya, Kamis (3/9).

Pihaknya bertekad menjadikan pembagunan pariwisata di NTB harus pariwisata berkelanjutan. Dengan demikia, pariwisata di NTB lebih bersahabat dengan lingkungan.

Menurut Wagub, pandemi Covid-19 menyebabkan sektor pariwisata di NTB sangat terpukul. Banyak industri dan pelaku pariwisata yang terpaksa berhenti bekerja dan beroperasi.

Namun kesempatan ini harus dapat dijadikan peluang untuk menata dan membangun kembali pariwisata yang berkelanjutan. Dimana pembangunan pariwisata berkelanjutan harus berorientasi dan fokus pada lingkungan.

Untuk itu, Pemprov NTB telah menerapkan standar dengan sertifikasi Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) kepada para pelaku wisata. Jadi para industri dan pelaku pariwisata harus menerapkan protokol kesehatan menghadapi Covid-19, mempersiapkan lingkungan yang bersih dengan mengelolah sampah dengan baik.

"Pengalaman kita, yang pertama kali dilihat oleh wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata adalah metode itu, sehingga CHSE ini bukan hanya dimasa pandemi tapi digunakan seterusnya," ucapnya.

Selain itu, menurutnya kunci membangun pariwisata berkelanjutan yakni dengan memiliki sumberdaya yang kompeten dan handal. Untuk itu, Pemprov NTB telah melakukan berbagai program seperti membangun pengembangan kemitraan,  memberikan beasiswa khusus untuk jurusan pariwisata, hingga bimtek pengelola pariwisata.

Selain SDM, pemerintah juga sedang menata transportasi massal. Mulai dari menyediakan angkutan massal perkotaan, revitalisasi trayek, pembangunan jalan bypass dan pengembangan rute jalur darat maupun laut.

“Berkunjung ke NTB merupakan hal yang tepat, sebab di NTB destinasi wisata yang dimiliki lengkap. Sebut saja keindahan alam seperti pantai, gunung dan air terjun. Segi budaya yaitu kerajinan tenun, cukli, musik, tarian dan atraksi budaya,” ujarnya.

Selain itu, dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di NTB, Pemprov juga memiliki program NTB Zero Waste dan NTB hijau sebagai penunjang. Program ini bertujuan agar sampah di NTB terkelola, dengan persentase 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan yang ditargetkan 2023. Pemprov juga memiliki target 152.000 hektar harus tertanami pohon di tahun 2023.

Tidak hanya infrastruktur dan SDM, tapi membangun pariwisata NTB yang berkelanjutan juga mesti dapat berintegrasi dengan lintas sektor dan program dalam pengembangannya. Sinergi dan Kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabuapten kota dalam menyelaraskan tujuan bersama ini.

“Kami memegang prinsip pentahelix dalam pengembangan pariwisata dimana pemerintah, akademisi, media, komunitas masyarakat, bisnis bergabung untuk memberikan kontribusi terbaiknya sesuai dengan tupoksinya, untuk menciptakan sektor yang berbudaya, berkelanjutan dan berdampak bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Pariwisata di NTB sangat beragam dengan 2 pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa, yang memiliki 3 suku yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo, memiliki ciri khasnya tersendiri. Misalnya kain tenun, lagu dan bahasanya.

Di samping itu, sudah tidak bisa dipungkiri NTB memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari puncak gunung hingga dasar lautnya. Ada Gunung Rinjani dan Gunung Tambora yang sudah menjadi cagar Geosper dan Geopark dunia.

“Ini yang menjadi magnet wisatawan ingin berkunjung ke NTB,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Achris Sarwani mengapresiasi langkah dan upaya Pemprov NTB dalam membangun kembali geliat pariwisata yang terpuruk akibat pandemi global.

“Pengalaman dan program yang mendukung kebangkitan pariwisata yang berkelanjutan di NTB, menjadi pembelajaran yang patut dicontoh,” kata Achris Sarwani.

Dalam diskusi virtual Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI) Wakil Gubernur didampingi Asisten I Setda dan Kadis Pariwisata Provinsi NTB. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar