728x90

ad

Wagub Lanjutkan Inspeksi Pusat Keramaian di Mataram

INSPEKSI: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat inspeksi di Pasar Cakranegara.
MATARAM–Keseriusan Pemprov NTB menekan penyebaran virus corona di Kota Mataram bukan isapan jempol. Zona merah penyebaran virus asal Tiongkok benar-benar diatensi serius.

Sehari sebelumnya setelah menyambangi tiga pasar tradisional di Kota Mataram, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah kembali melaksanakan kegiatan serupa. Kali ini Pasar Cakranegara dan pertokoan di sekitarnya menjadi sasaran inspeksi.

Rohmi mengemukakan, daerah-daerah di Kota Mataram ini tidak dapat disama-ratakan. Menurutnya, kondisi ini sangat tergantung dari bagaimana aparat yang bertugas.

"Jadi tadi keliatan di sini saat kita keliling itu bisa dibilang 95 persen memakai masker,” ujarnya, Rabu (8/7).

Meski demikian, Wagub sangat mendorong agar kontrol terus dilakukan. Dengan demikian, disiplin dapat terus berjalan.

Wagub yang terlihat sangat bersemangat kala meninjau pasar Cakranegara menegaskan, kunci bisa keluar dari wabah ini ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten. Apabila ketiga kunci itu dapat dijalankan, perekonomian di NTB bisa segera pulih.

Kepada kepala pasar, Rohmi meminta terus melakukan inspeksi setiap hari. Langkah yang diambil harus secara persuasif.

“Disampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan untuk siapa siapa, tapi ini untuk mereka, keluarganya dan lingkungannya,” pintanya.

Di kesempatan itu, Wagub membagikan masker sembari meminta kepada para pedagang dan para pengunjung mengenakan masker yang dibagikan.

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan mengemukakan, Kelurahan Cakra Timur merupakan satu satunya kelurahan yang di Kecamatan Cakranegara telah menjadi zona hijau.

“Memang awal-awal ada 1 kasus, tapi secara KTP dia merupakan warga Praya, sehingga untuk yang warga kami yang berada di Kelurahan Cakra Timur sementara tidak ada kasus,” ungkapnya.

Sejak awal, sambungnya, pihaknya sudah memberlakukan warga pendatang wajib lapor dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Di lain sisi, lansia dan balita diimbau untuk diam di rumah.

Khusus untuk pengamanan pasar, pihaknya trus melakukan koordinasi dengan kepala pasar.nPihaknya juga sejak awal telah membuat imbauan untuk mengatur pusat perkantoran, pusat pertokoan, mengajak juru parkir dan pedagang kaki lima untuk bekerja sama dalam penerapan protokol kesehatan

“Dari proses pencegahan, itu rutin kami lakukan bersama Linmas kami, bersama Pak Lurah, bersama kepala lingkungan,” tambahnya.

Kesadaran masyarakat diakuinya tidak dapat diwujudkan 100 persen. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan bersama Polri dan TNI.

Senada, Kepala Pasar Cakra, I Nengah Sukardi mengaku bahwa pemantauan dan penertiban pemakaian masker dan penyemprotan disinfektan rutin dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap berkoordinasi bersama camat dan lurah.

"Penyemprotan atas himbauan Camat dan Lurah, walaupun tidak ada dari BPBD, tetap ada penyemprotan dipakai tenaga kita, diberikan bantuan disinfektan,” terangnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar