Jejak Terkini

Pertama di Indonesia, Pelaku Wisata NTB Gelar Festival Geowisata Virtual

VIRTUAL: Pelaku wisata NTB akan menggelar festival geowisata virtual pertengahan Juli 2020.
MATARAM--Pandemi bukan halangan untuk bergerak dan berkreasi. Event festival geotourism virtual pertama di Indonesia ini menjadi bukti bahwa dalam keadaan pandemi orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi.

Festival Geowisata Virtual misalnya. Kegiatan ini merupakan yang pertama digelar di Indonesia melibatkan para pelaku wisata dan stakeholder lainnya.

Event ini akan berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020. Event virtual tentang geowisata ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, bentuk acara festival geowisata 2020 terdiri dari pameran dan eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata. Ada juga webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya dan musik jazz.

"Dalam kegiatan pameran dan eksibisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB. Mereka akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka produk wisata yang dimiliki," kata Meliawati Ang dalam siaran persnya, Kamis (9/7).

Ia mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.  Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM. Para pelaku UMKM ini terutama merupakan binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Temanya terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional.

Pertama yaitu, Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Kedua yakni, Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Ketiga yakni, How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast - Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara virtual tour tersedia 7 paket wisata yang bisa dipilih oleh para peserta festival. Pertama yaitu, Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani - Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya - Lombok Tengah.

Berikutnya, A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun - Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya - Lombok Timur. Selanjutnya yakni, Rinjani Cultural Landscape - Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya - Lombok Utara.

Ada juga Exotic Tambora - Lokasi Gunung Tambora - Dompu. Lalu juga selanjutnya, Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian - Australian Avifauna - Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya - Lombok Barat.

Topik lain yang diangkat yakni, Poso Lake Virtual Geotour - Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Terakhir adalah Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era - Jalur Pendakian Gunung Rinjani - Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

"Mereka akan dilibatkan sebagai interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival," katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  virtual tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB. Kedepan dalam kondisi apapun, para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, di acara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya seperti Hikayat Samalas yang melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.

Ada pula Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz. Lalu ada The Story of Peresean,  Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok. Berikutnya, Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia. Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar & mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah pada tanggal 15 Juli 2020 pada pukul 09.00 Wita. Kegiatan akan dilakukan secara virtual dan akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN) serta pihak-pihak lainnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Selain itu, kegiatan ini bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

"Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata." tutupnya.(jl)

Posting Komentar

0 Komentar