728x90

ad

Ini 4 Strategi NTB Taklukan Pandemi

EVALUASI: Wagub NTB memimpin rapat evaluasi penanggulangan virus Corona.
MATARAM--Pandemi virus corona betul-betul berdampak serius terhadap semua sektor kehidupan di NTB. Tak heran jika pemerintah setempat berusaha beranjak dari kepungan wabah ini.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada rapat evaluasi penanganan virus Corona mengatakan, ada empat strategi yang bisa dijalankan agar bisa keluar dari kepungan wabah itu. Lontaran ini disampaikan di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Senin (20/7).

Strategi tersebut di antaranya, mempercepat penyusunan rancangan peraturan daerah (Perda) penanganan corona. Berikutnya adalah memperkuat sarana dan prasarana penanganan Corona.

Langkah lainnya yakni, memperketat disiplin penerapan protokol kesehatan corona. Terakhir adalah memperluas kontak tracing atau penelusuran kontak pasien positif covid-19 khususnya yang berada pada daerah zona merah.

Wagub meminta agar raperda bisa segera disahkan paling lambat minggu depan. Dengan demikian implementasi regulasi ini cepat dijalankan.

Ia menegaskan peraturan daerah yang lebih jelas dan tegas dibutuhkan untuk mendisiplinkan masyarakat. Hukuman yang tegas akan diatur dalam Perda bagi masyarakat maupun bagi Gugus Tugas Covid 19 NTB di lapangan. Dengan adanya aturan yang jelas dapat memperketat disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Kita berpacu dengan waktu, harus kita siapkan secepatnya,” pinta Ummi Rohmi.

Rohmi juga menyebut, sarana dan prasarana penanganan corona juga menjadi konsen Pemprov NTB. Penanganan tanpa sarana dan prasarana yang memadai takkan berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana penangan corona di NTB diharapkan harus selalu siap agar penyebaran covid-19 bisa terkendali.

Selain itu, Rohmi juga meminta untuk memperluas "contact tracing" atau penelusuran kontak terhadap pasien positif covid-19 dapat dilakukan khususnya pada daerah zona merah, Mataram dan Lombok Barat. Hal ini agar akar penyebaran covid-19 bisa segera diketahui dan ditangani.

Penelusuran kontak diminta Wagub dapat dimulai dari tiga pasar tradisional besar yang ada pada zona merah dan diikuti dengan contact tracing di kantor-kantor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar disiplin menjalankan protocol covid-19.

Menindaklanjuti arahan Wagub NTB, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, siap untuk melakukan  penelusuran kontak secara masif di zona merah dengan memaksimalkan rapid dan swab test di setiap rumah sakit 'first line' penangan covid-19.

Dalam rapat tersebut, dr. Eka juga memaparkan data kasus corona terupdate 19 Juli 2020. Pada minggu, 13 orang pasien dinyatakan sembuh setelah melalui tahap uji swab 2 kali negatif. Dari Mataram 8 orang, Lombok Barat 3 orang, Lombok Timur 1 orang dan Kabupaten Bima 3 orang. Perkembangan baik ini membuat total pasien sembuh hingga hari ini menjadi 1.110 orang.

Kemudian berdasarkan hasil test swab didapat tambahan 34 orang pasien positif yang berasal dari Mataram. Dimana 15 orang, 1 diantaranya pasien 1.755 asal Pejeruk Ampenan dinyatakan meninggal dunia.

Berikutnya, Lombok Barat (9 orang, 1 diantaranya yakni pasien 1737 asal Kuripan dinyatakan meninggal dunia), Lombok Tengah (2 orang), Lombok Utara (2 orang), Lombok Timur (5 orang). Menyusul Sumbawa (1 orang).

Dengan adanya 34 pasien positif baru, 2 orang meninggal dan 13 pasien sembuh, maka hingga saat ini di NTB telah terkonfirmasi total 1759 pasien positif. Jumlah ini dengan rincian 1.110 pasien sembuh, 96 meninggal, dan 553 lainnya dalam kondisi membaik di bawah perawatan medis. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar