728x90

ad

Kota Mataram dan Lobar Masih Jadi Episentrum Penyebaran Corona

RAKOR: Gubernur dan Wagub NTB saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan dan penyebaran virus corona di NTB.
MATARAM--Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam status zona merah penyebaran virus corona di NTB. Berbeda dengan kabupaten kota lain yang justru intensitas penyebarannya mulai menurun.

"Memang episentrum penyebaran virus corona di NTB ini ada di dua kabupaten. Ini menjadi PR besar kita, yaitu di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat," ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Selasa (30/6).

Menyadari itu, di adaerah ini disebutnya memerlukan penanganan serius. Semua pihak yang bertugas dalam pemberantasan virus ini harus fokus bekerja.

Dari data terkini, lanjutnya, di NTB untuk 29 Juni 2020 menunjukkan Kota Mataram penambahan kasus positif 12 orang. Sementar di Kabupaten Lombok Barat 6 orang.

Adanya penambahan pasien ini, terangnya, cukup mengkhawatirkan. Karena itu, Wagub meminta agar masalah ini lebih diperhatikan dan diseriusi dengan memperkuat sinergi.

"Peta telah ditentukan, sekarang bagaimana kita menerapkan protokol Covid-19 pada setiap tempat itu. Bersinergi sungguh-sungguh untuk benar-benar menjaga, aktivitas-aktivitas kita, termasuk obyek wisata yang telah dibuka," terangnya.

Wagub menekankan bahwa obyek wisata yang boleh dibuka ialah yang berisiko rendah atau di luar ruangan. Meski demikian, protokol harus diterapkan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pemprov NTB telah melakukan berbagai sosialisasi pencegahan penyebaran virus. Mulai dari sosialisasi gerakan maskerisasi, pengecekan penggunaan masker hingga pemberian masker gratis di tempat-tempat umum dan pusat perbelanjaan.

"Kami dari Provinsi NTB untuk kegiatan menyosialisasikan, telah kami lakukan, mengecek pemakaian masker dan menggunakan masker. Dan ini butuh komitmen Kota Mataram benar-benar dan kita ingin Kota Mataram lebih aktif lagi menyosialisasikan," pinta Wagub.

Lebih jauh, Wagub mengingatkan kembali bahwa yang ditangani ini ialah penyebaran virus tersebut. Karena itu, petugas tidak perlu khawatir dengan jumlah pasien positif.

Terakhir, Wagub meminta agar penerapan protokol kesehatan diperketat di tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaam dan rumah ibadah. Dengan begitu laju penyebaran dapat dikontrol dan ditekan.

Senada juga disampaikan Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah. Ia meminta agar pada bulan Juli, kedua daerah tersebut perlahan dapat memperlihatkan kemajuannya.

Untuk mendorong dan mewujudkan hal itu, Gubernur meminta agar dibentuk satu tim khusus yang akan membantu dan mengevaluasi setiap perkembangan dari kedua daerah ini.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan, sejak awal pihaknya terus berupaya menekan penyebaran virus corona. Pihaknya juga telah menerapkan dengan serius program penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCB). Dalam program ini melibatkan berbagai pihak dalam penerapan protokol Covid-19.

Ahyar juga mengutarakan bahwa Ia mendukung program Kampung Sehat dan terus bekerja keras. "Jadi kalau kita bicara penyebaran lingkungan kita tidak menemukan lagi," terangnya.

Meski saat ini Kota Mataram masih berstatus zona merah, Ahyar tidak surut semangat dan berkomitmen mendukung program pemerintah provinsi. Komitmen ini demi memutuskan penularan virus corona di Kota Mataram.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid juga mengutarakan dukungannya terhadap program Kampung Sehat. Menurutnya program tersebut sangat baik diterapkan dalam menangani penularan corona.

"Kami akan menerapkan kampung sehat di semua dusun," ujarnya.

Ia berkomitmen akan menerapkan dan mendukung kebijakan terkait tempat-tempat umum, pusat perbelanjaan dan rumah ibadah.

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengaku salut dengan sinergi dari jajaran pemerintah dalam penanganan pandemi virus corona di NTB. Ia tahu betul, bahwa dalam menangani virus corona dibutuhkan kerja keras dan koordinasi yang baik antar Pemprov, Pemkab/Pemkot hingga masyarakat.

"TNI Polri selalu siap mensupport dan satu saran saya, agar tracing itu kedepannya harus lebih masif dilakukan," ujarnya.

Tak hanya itu, penyampaian informasi yang dikeluarkan oleh gugus tugas baik di Provinsi dan juga kabupaten kota dalam penanganan virus corona diminta agar seirama dan satu narasi. Hal ini demi menghindari kebingungan bahkan kepanikan yang kerap terjadi di tengah masyarakat terkait validitas informasi, isu dan juga hoaks.

Hal ini didukung pula oleh Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang memaparkan operasi optimalisasi pendispilinan protokol kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di wilayah Provinsi NTB. Pusat-pusat keramaian yang berangsur-angsur mulai beroperasi diwajibkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Begitu pula dengan destinasi pariwisata yang mulai dikunjungi masyarakat.

"Masyarakat itu harus terus diingatkan," tegas Rizal.

Keterlibatan media dalam memberikan informasi pun turut menjadi sorotan. Informasi positif dan kabar baik harus masif diberikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB, Nanang Sigit Yulianto menyampaikan akan pentingnya peranan jajaran pemerintah hingga elemen paling bawah. Ia berharap di tiap desa, baik Kades hingga lurah dapat konsisten dalam penanganan wabah corona.

Ia yakin, penanganan dari tingkat desa-desa akan memberikan efek positif dalam mencegah penyebaran virus yang satu ini.

"Kades-kades dan Lurah-lurah ini harus digerakkan, bila perlu di Masjid-masjid ini ada satgasnya, bisa dibuat satgas-satgas khusus," tuturnya.

Kabinda NTB, Ir. Wahyudi Adisiswanto menyerukan adanya regulasi yang tepat dari pemerintah, selain juga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Kepedulian kepada orang lain ini yang perlu kita kembangkan kepada masyarakat," ucap Wahyudi.

Wahyudi berharap dengan kekompakan dan semangat, penanganan penyebaran pandemi corona dapat berjalan baik dan lancar. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar